Kendari – Belasan ribu masyarakat memadati kawasan eks MTQ Kota Kendari dalam gelaran Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), Minggu (19/7).
Tak hanya dihadiri warga dari berbagai daerah di Sultra, kegiatan ini juga diikuti masyarakat Muna yang datang dari luar daerah.
Acara berlangsung meriah dengan dihadiri Ketua KKMM Sultra La Ode Darwin, Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, para kepala daerah se-Sultra, unsur Forkopimda, tokoh adat, hingga ribuan masyarakat yang memadati lokasi sejak pagi.
Berbagai pertunjukan budaya mewarnai kegiatan tersebut, mulai dari tarian tradisional, musik daerah, pembacaan puisi, fashion show, hingga atraksi perkelahian kuda yang menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Muna.
Puncak acara ditandai dengan penyajian ritual Haroa menggunakan dulang (talang) berisi makanan khas Muna.
Tradisi tersebut berhasil mencatatkan prestasi membanggakan setelah Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) menetapkan penyajian 1.228 dulang sebagai rekor dunia untuk kategori Ritual Haroa menggunakan dulang terbanyak.
Senior Manajer MURI, Triyono, mengatakan jumlah dulang yang berhasil diverifikasi mencapai 1.228 buah atau melampaui target panitia sebanyak 1.200 dulang.
“Keberadaan seribu lebih dulang berisi hidangan tradisional di acara silaturahmi masyarakat Muna berhasil mencatatkan rekor dunia, bukan hanya sekadar rekor nasional,” ujar Triyono.
Menurutnya, setelah proses verifikasi dilakukan secara menyeluruh, jumlah dulang yang tersedia ternyata melebihi target yang telah ditetapkan panitia.
Sementara itu, Ketua KKMM Sultra, La Ode Darwin, mengatakan kegiatan bertema ‘Merajut Persaudaraan Melestarikan Adat dalam Semangat Kawunaha yang Luhur Menuju Indonesia Emas 2045’ menjadi momentum untuk mempererat tali persaudaraan sekaligus memperkuat semangat persatuan masyarakat Muna.
Ia berharap kegiatan tersebut mampu membangkitkan kembali nilai-nilai kebersamaan yang diwariskan para leluhur.
“Tujuannya untuk membangun silaturahmi. Mudah-mudahan dengan agenda ini persatuan dan kesatuan akan bangkit dan berjaya kembali seperti pesan leluhur kita, saling menyayangi dan saling menjaga,” katanya.
Darwin menambahkan, kegiatan ini juga menjadi ajang promosi budaya dan pariwisata Pulau Muna kepada masyarakat luas.
Menurutnya, berbagai atraksi budaya seperti Modero, perkelahian kuda, hingga tradisi Haroa merupakan kekayaan budaya yang layak dikenal hingga tingkat internasional.
Selain memperkenalkan budaya, KKMM Sultra juga telah menyiapkan sejumlah program prioritas, di antaranya pengembangan sumber daya manusia, pembuatan website promosi potensi wisata Muna, pengadaan ambulans, tenda, kursi, hingga perlengkapan untuk mendukung pelaksanaan kegiatan adat di berbagai daerah.
Silaturahmi Akbar KKMM Sultra pun menjadi salah satu perhelatan budaya terbesar masyarakat Muna tahun ini yang tidak hanya mempererat persaudaraan, tetapi juga berhasil mengangkat budaya ke panggung dunia melalui pencatatan Rekor MURI.
Editor: Redaksi








