11 Tahanan Kabur dari Sel, PB HMI Minta Kapolda Evaluasi Kapolres Kolaka Utara


Kendari - Kaburnya 11 tahanan dari ruang tahanan Polres Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Kamis, 2 Juli 2026, dini hari menuai sorotan.
Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) mendesak Kapolda Sultra untuk melakukan evaluasi terhadap Kapolres Kolaka Utara, AKBP R Todoan Agung Gultom,
serta mengusut tuntas penyebab insiden tersebut.
Perwakilan PB HMI, Muh Andriansyah Husen, menyayangkan kaburnya belasan tahanan tersebut. Menurutnya, peristiwa itu menjadi potret buruk sistem pengawasan tahanan yang dilakukan petugas jaga di Polres Kolaka Utara.
"Perlu dipertanyakan seperti apa pengawasan pimpinan, dalam hal ini Kapolres Kolaka Utara, terhadap kinerja bawahannya yang diduga teledor dalam menjaga tahanan," ujarnya, Kamis, 2 Juli 2026.
Pria yang akrab disapa Binggo itu menilai insiden tersebut semestinya tidak terjadi apabila pengawasan dari pimpinan berjalan dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa sebelumnya pernah terjadi kasus tahanan bunuh diri di kamar mandi ruang tahanan Polres Kolaka Utara.
"Kami harap Kapolda Sultra segera melakukan investigasi terhadap kejadian kaburnya tahanan di Polres Kolaka Utara," katanya.
Sebelumnya diberitakan, sebanyak 11 tahanan Polres Kolaka Utara diduga melarikan diri setelah membobol sel tahanan pada dini hari menjelang subuh.
Sebelas tahanan yang kabur masing-masing bernama Nasrudin (37), Sahrul (25), Taslim (35), Rama Fitrah (28), Paril (19), Muh. Idris (23), Ilham alias Ilo (37), Junaedi (23), Agrifaldi (32), Muh. Sidiq (25), dan Irwan S. (50).
Seluruhnya telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO) berdasarkan Nomor: DPO/S-34/VII/2026/Satreskrim/Polres Kolaka Utara/Polda Sulawesi Tenggara.
Sementara itu, petugas yang berjaga di ruang tahanan masih menjalani pemeriksaan untuk mengungkap penyebab kaburnya para tahanan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, para tahanan diduga membobol sel menggunakan sebuah gergaji yang diselundupkan melalui makanan saat jam besuk oleh pihak keluarga.
Usai menerima laporan, aparat kepolisian langsung bergerak melakukan pengejaran. Sejumlah ruas jalan dan akses keluar-masuk wilayah Kolaka Utara juga diperketat guna mempersempit ruang gerak para buronan.
Editor: Redaksi
Berita Berikutnya11 Tahanan Polres Kolaka Utara Kabur Usai Bobol Sel Pakai Gergaji Besi
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







