Muna Barat – Pemerintah Kabupaten Muna Barat terus menggeber program ketahanan pangan melalui distribusi 20 ribu ekor ayam petelur kepada kelompok tani. Bupati La Ode Darwin menegaskan, langkah ini bukan sekadar bantuan formalitas, melainkan strategi jangka panjang untuk menjadikan Muna Barat sebagai daerah penyuplai telur.
Didampingi Ketua TP PKK Muna Barat Rhika Purwaningsih Darwin dan Kepala Dinas Pertanian, Darwin turun langsung melakukan monitoring ke kelompok tani penerima bantuan di Desa Kampobalano (Sawerigadi), Desa Guali dan Kelurahan Konawe (Kusambi), Rabu (17/9).
“Alhamdulillah hasil produksi telur di beberapa tempat yang dikunjungi menunjukkan perkembangan yang bagus dan telah menghasilkan telur,” ujar Darwin saat meninjau lapangan.
Menurutnya, monitoring dilakukan untuk memastikan bantuan bibit ayam petelur yang disalurkan benar-benar produktif. Pemda, kata Darwin, tidak ingin program ini sekadar seremonial tanpa hasil nyata.
“Pemda Muna Barat memastikan produksi bantuan ayam petelur dapat maksimal sehingga ke depannya Muna Barat menjadi daerah penyuplai telur untuk daerah lainnya,” tegasnya.
Hasil tinjauan menunjukkan, kendala terbesar yang dihadapi kelompok tani adalah penyakit ayam. Untuk itu, pemerintah daerah mengerahkan penyuluh pertanian melakukan vaksinasi massal. Selain itu, kelompok penerima juga mendapat bantuan pakan selama dua bulan.
Darwin menekankan, bantuan ini harus diikuti dengan kemandirian kelompok tani.
“Ke depannya mereka harus mandiri dan bertanggung jawab atas pemberian bibit ternak tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Hendring, anggota kelompok tani Sinergi Milenial, mengaku produksi telur sudah berjalan dua bulan sejak Agustus lalu. Namun, ia mengungkapkan ada persoalan baru yang berpotensi mengganggu kualitas hasil produksi.
“Kalau saat ini pakan masih aman, belum ada kendala, hanya ini lalat yang banyak menjadi kendala karena dapat mempengaruhi hasil produksi,” jelasnya.
Dalam monitoring tersebut, Bupati Darwin turut menyaksikan langsung proses vaksinasi ayam petelur di Kelurahan Konawe, Kecamatan Kusambi. Ia menegaskan komitmen Pemda Muna Barat untuk menjadikan sektor pangan, khususnya produksi telur, sebagai tulang punggung ekonomi daerah di masa mendatang.
Editor: Redaksi








