Berita  

2,7 Juta Holtikultura yang Ditanam Pj Gubernur-Siswa di Sultra Mulai Dipanen

Panen tomat di SMKN PP 5 Konawe. Foto: Dok. Istimewa.

Konawe – Aksi penanaman 2.738.485 bibit holtikultura berupa sayur mayur secara serentak oleh 117.175 guru dan siswa SMA SMK SLB di 17 kabupaten kota se-Sulawesi Tenggara (Sultra) membuahkan hasil.

Saat itu, penanaman bibit holtikultura berupa sayur mayur dipimpin langsung oleh Penjabat (Pj) Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) didampingi Kepala Dinas Pendidikan Pemprov Sultra Yusmin dan Pj Bupati Konawe Harmin Ramba di SMKN PP 5 Konawe dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional tahun 2023, Sabtu (25/11/23).

Kegiatan dimaksud juga mendapatkan apresiasi dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) yang ditandai dengan penganugerahan piagam penghargaan kepada Pj Gubernur Sultra atas rekor “Penggagas Penanaman Bibit Sayur Serentak oleh Peserta Terbanyak”.

“Alhamdulillah, saya dilaporkan Kadis Diknas bahwa penanaman sayur mayur secara serentak saat peringatan Hari Guru Nasional telah menunjukkan hasil. Hal ini membuktikan keseriusan kami, bukan hanya seremonial acara semata,” ujar Pj Gubernur.

Terkait panen sayur di Konawe, saat ini pihak SMKN PP 5 Konawe tercatat sudah 4 kali memanen buah tomat pada bulan Februari 2024. Pihak sekolah mengatakan, hasil panen berkisar 50 hingga 60 kilogram per panennya.

Menurut pihak sekolah sebagai pengawas lahan pertanian, seluas 4 hektar lahan pertanian dimanfaatkan untuk tanaman pangan. Khusus buah tomat, ada sebanyak 4 are lahan sudah terpakai.

Ditargetkan, panen tomat yang akan berlangsung hingga bulan April 2024 bisa mencapai 1,5 sampai 2 ton. Angka ini didasari penghitungan jumlah hasil panen setiap 2-3 hari sekali sejak bulan Februari hingga April 2024.

Rencananya, akhir Februari 2024 pihak sekolah juga akan memanen tanaman cabai. Hasil panen tersebut, diharapkan dapat menunjang kebutuhan pangan warga dan hasil penjualannya akan dialokasikan untuk kebutuhan siswa sekolah.

“Ada yang menarik dari penanaman bibit holtikultura berupa sayur mayur ini, pada bulan November lalu Sultra dalam kondisi kemarau berkepanjangan, hampir 4 bulan tidak guyur hujan. Tapi atas seijin Allah SWT dan doa-doa tulus seluruh pihak, Alhamdulillah kita dapat menuai hasil positifnya,” ungkap Kadis Pendidikan Yusmin.

Sementara itu, Pj Gubernur mengapresiasi aksi Dinas Pendidikan Sulawesi Tenggara serta ribuan Guru dan Siswa di Sultra. Kata dia, kegiatan menanam serentak ini merupakan salah satu bentuk komitmen Pemprov dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Sultra.

“Dengan terpenuhinya kebutuhan pangan, masyarakat dapat sejahtera, siswa kita juga dapat belajar dengan bebas dan merdeka,” pungkas Pj. Gubernur.

Andap menyebutkan, sayur mayur yang ditanam meliputi 1.004.269 bibit cabai, 902.788 bibit tomat, 370.000 bibit bawang, dan 461.428 bibit lainnya seperti jagung dan terong yang ditanam pada 1.089.027 wadah polybag.

Penanaman ini dilakukan secara serentak pada 418 sekolah yakni SMA/SMK/SLB di Sultra dengan melibatkan 13.562 guru dan 117.175 siswa. Total luas lahan sekolah yang digunakan mencapai 719.645 m2.

Hal menarik lainnya, kondisi inflasi Sultra mencapai 2,87 persen dihitung berdasarkan year on year pada November 2023. Diketahui, Oktober 2023 hingga menjelang Desember 2023, Sultra mengalami inflasi yang nilainya sempat mendapat sorotan. Inflasi Oktober 2023 mencapai 3,14 persen dan Desember 2024 mencapai 2,58 persen.

November 2023, harga cabai mencapai Rp100 ribu per kilogram. Penyebabnya, hasil panen cabai tak mampu menyuplai kebutuhan masyarakat Sultra. Penyebabnya, kemarau panjang melanda dan menyebabkan kekeringan di lahan pertanian warga.

Kadis Pendidikan menambahkan, penanaman serentak ini sebagai bentuk penanganan inflasi yang saat ini tengah gencar dilakukan.

Dia mengungkapkan, program ini digagas sejak beberapa bulan sebelumnya. Menurut Yusmin, perjuangan awal menggagas lokasi Pertanian di wilayah ini terkendala irigasi dan sumber air. Namun, dengan bantuan banyak pihak termasuk Dinas Pertanian Provinsi, pihaknya bisa membantu pengadaan 3 unit sumur bor.

“Pengairan yang ada di Konawe, belum maksimal, kami berharap ada perhatian pemerintah Konawe agar ini bisa terlaksana. Tetapi, Atas kerjasama dengan semua pihak termasuk kabupaten, dinas Pertanian memberikan bantuan penggemburan tanah Tanah, berupa excavator,” tutup Yusmin.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!