3 Pria Mabuk di Kendari Diduga Palak Warga, 1 jadi Tersangka


Kendari - Kasus dugaan pemalakan yang dilakukan tiga pria mabuk di Kota Kendari saat ini sedang ditangani Subdit Jatanras Polda Sulawesi Tenggara (Sultra).
Dari tiga orang yang diamankan, satu di antaranya bernama Dimas ditetapkan sebagai tersangka karena terbukti membawa senjata tajam dan diduga melakukan pemalakan.
Sementara itu dua lainnya dibebaskan dan hanya diberi pembinaan karena tidak terbukti terlibat dalam kasus pemalakan tersebut.
"Satu pelaku yang diamankan bernama Dimas, ditetapkan sebagai tersangka, karena terbukti membawa senjata tajam. Sedangkan dua lainnya hanya diberikan pembinaan karena tidak cukup bukti melakukan pidana," kata Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Sultra, AKBP Jibrael Bata Awi, Rabu (16/11).
Jibrael menjelaskan, sebelum ketiga pria tersebut diamuk warga, ketiganya hanya sedang berdiri di pinggir jalan, namun dalam kondisi mabuk berat.
Namun saat ketiganya mulai terlihat di pinggor jalan, warga menandai satu pelaku bernama Dimas yang memang kerap melakukan pemalakan, sehingga warga mengepungnya.
"Jadi sebenarnya mereka (pelaku) hanya sedang di pinggir jalan. Namun karena sudah ditandai yang nama Dimas ini, ditambah lagi sedang bawa parang, warga langsung mengepung pelaku," jelasnya.
Akhirnya ketiga orang tersebut babak belur dihakimi warga karena dituding sebagai pelaku begal.
Polisi yang tiba di lokasi langsung mengamankan pelaku, lalu dievakuasi dari amukan warga.
Kini satu pelaku yakni Dimas telah diamankan di Polda Sultra, untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaGeger Penemuan Mayat Pria di Pasar Sentral Laino Muna
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







