31 Anak Binaan LPKA Kendari Dapat Remisi HAN, Didominasi Kasus Perlindungan Anak


Kendari - Sebanyak 31 anak didik pemasyarakatan (Andikpas) di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Kendari menerima remisi khusus dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-41 tahun 2025.
Penyerahan remisi digelar dalam upacara di halaman Kantor LPKA Kendari, Jalan Poros Nanga-nanga, Kecamatan Baruga, Rabu (23/7).
Remisi yang diberikan terbagi dalam tiga kategori. Dua anak mendapat pengurangan masa pidana selama tiga bulan, dua anak lainnya dua bulan, dan sisanya sebanyak 27 anak mendapat remisi satu bulan.
Dari total 74 anak binaan yang ada, hanya 31 orang yang dinyatakan memenuhi syarat administratif dan substantif untuk menerima remisi.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Sulawesi Tenggara, Sulardi, menegaskan bahwa pemberian remisi menjadi bagian dari pemenuhan hak-hak dasar anak binaan, termasuk perlindungan dari kekerasan dan stunting.
“Kekerasan terhadap anak itu tidak boleh terjadi. Stunting pun tidak boleh terjadi. Pelayanan, termasuk makanan dan kebutuhan dasar lainnya, harus diberikan yang terbaik,” tegas Sulardi kepada wartawan usai kegiatan.
Ia juga menyebut bahwa proses pembinaan di LPKA Kendari selama ini berjalan cukup baik, namun tetap memerlukan penguatan kerja sama lintas sektor agar lebih optimal.
“LPKA wajib berkolaborasi stekhoder yang lain. Dengan Kementerian Sosial, Dinas Pendidikan, DP3A. Ini yang wajib,” tandasnya.
Plt Kepala LPKA Kendari, Mustar Taro, menyatakan bahwa pemberian remisi merupakan bentuk apresiasi negara terhadap perubahan perilaku anak selama menjalani masa pembinaan.
“Kami ingin menumbuhkan harapan bahwa setiap anak punya masa depan,” ujarnya.
Berdasarkan klasifikasi perkara, anak binaan penerima remisi didominasi kasus perlindungan anak sebanyak 15 orang. Sisanya terdiri dari 7 anak kasus narkotika, 7 anak kasus pencurian, dan 2 anak kasus kepemilikan senjata tajam.
Pemberian remisi ini turut dirangkaikan dengan penandatanganan kerja sama antara LPKA Kendari dan Sentra Meohari Kementerian Sosial dalam rangka mendukung layanan psikososial dan terapi massal bagi anak-anak binaan.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaKementerian Transmigrasi Bidik Buton Utara Jadi Kawasan Ekonomi Terpadu, Ini Strategi Awalnya
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







