4 Nelayan Laonti Ditembak Anggota Polairud, Diduga Terkait Bom Ikan

Dir Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Faisal Florentinus Napitupulu. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Bid Propam Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) memeriksa sejumlah personel Polairud terkait penembakan empat nelayan di Desa Cempedak, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel).

Dir Polairud Polda Sultra, Kombes Pol Faisal Florentinus Napitupulu, membenarkan hal itu. Namun, dia tak menyebut berapa orang anggotanya yang diperiksa.

“Iya benar, kami masih berkoordinasi dengan Propam,” kata Faisal, Jumat (24/11).

Faisal juga membenarkan bahwa penembakan dilakukan oleh anggotanya saat sedang patroli di perairan itu. Faisal mengatakan penembakan dilakukan karena diduga keempat nelayan itu adalah pelaku bom ikan, dan melakukan perlawanan saat akan diamankan.

“Diduga mereka (nelayan) pelaku bom ikan, ada perlawanan. Barang bukti sudah kita amankan sebuah perahu dan bahan peledak,” terangnya.

Empat warga Desa Cimpedak Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara, menjadi korban penembakan Orang Tidak Di kenal (OTK).

Informasi yang dihimpun, penembakan terjadi pada Jumat (24/11) dini hari.

Akibat penembakan itu, satu orang bernama La Maco meninggal dunia. Sedangkan dua orang lainnya mengalami kritis di Rumah Sakit Santa Ana Kota Kendari.

Sementara, satu korban lainya masih mendapat perawatan khusus di Puskesmas Langara, Kabupaten Konawe Kepulauan.


Laporan: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!