Kendari – Sektor pertanian, khususnya tanaman pangan padi, tetap menjadi pilar ekonomi bagi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Berdasarkan data terbaru yang dilansir dari buku Provinsi Sulawesi Tenggara dalam Angka 2025, total produksi padi di Bumi Anoa mengalami kenaikan yang sangat signifikan.
Pada tahun 2024, total produksi tercatat sebesar 555.836,08 ton. Angka ini melonjak tajam menjadi 680.820,00 ton pada tahun 2025.
Di balik kesuksesan ini, terdapat lima daerah yang memberikan kontribusi terbesar.
Berikut adalah daftar 5 daerah penghasil padi terbanyak di Sultra:
Kabupaten Konawe, sang juara bertahan.
Kabupaten Konawe masih mengukuhkan dirinya sebagai lumbung pangan nomor satu di Sultra. Pada tahun 2025, Konawe berhasil memproduksi sebanyak 241.320,00 ton padi.
Angka ini meningkat cukup besar dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 216.342,48 ton. Dominasi Konawe sangat terlihat karena produksinya hampir menyumbang sepertiga dari total produksi provinsi.
Kabupaten Bombana, melesat ke posisi kedua.
Peningkatan produksi yang sangat luar biasa ditunjukkan oleh Kabupaten Bombana. Jika pada tahun 2024 Bombana berada di bawah Kolaka Timur dengan 77.222,41 ton, pada tahun 2025 posisinya melesat ke peringkat kedua dengan total produksi 110.479,00 ton.
Kenaikan lebih dari 33 ribu ton ini menjadikannya salah satu daerah dengan pertumbuhan produksi tercepat.
Kabupaten Kolaka Timur, konsisten di jalur pertumbuhan.
Di posisi ketiga, Kabupaten Kolaka Timur terus menunjukkan performa positif. Produksi padi di wilayah ini tercatat sebesar 108.666,00 ton pada tahun 2025.
Capaian ini naik dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 88.481,86 ton. Kolaka Timur tetap menjadi andalan utama dalam menjaga stabilitas stok beras regional.
Kabupaten Konawe Selatan, tembus angka 100 ribu ton.
Kabupaten Konawe Selatan juga tak mau kalah dalam memperkuat ketahanan pangan. Pada tahun 2025, produksi padi di Konsel berhasil menembus angka 104.482,00 ton.
Perolehan ini merupakan progres yang sangat baik jika dibandingkan dengan tahun 2024 yang sebesar 83.804,30 ton.
Kabupaten Kolaka, lonjakan produksi signifikan.
Menutup daftar lima besar adalah Kabupaten Kolaka. Daerah ini mencatatkan kenaikan produksi yang sangat mencolok.
Dari hanya 47.443,66 ton pada tahun 2024, kini pada tahun 2025 produksinya melompat ke angka 73.575,00 ton.
Lonjakan ini semakin mempertegas peran Kolaka sebagai salah satu produsen padi penting di bagian barat Bumi Anoa.
Peningkatan produksi yang merata di hampir seluruh daerah ini menjadi kabar baik bagi ketahanan pangan Sultra, sekaligus tantangan bagi pemerintah daerah untuk terus menjaga produktivitas lahan di tahun-tahun mendatang.
Editor: Redaksi








