Kendari – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mempercepat rencana elektrifikasi bagi 50 desa yang hingga kini belum menikmati layanan listrik PLN. Desa-desa tersebut tersebar di 10 kabupaten dan telah masuk dalam pemetaan resmi Pemprov Sultra untuk segera dibangun jaringan listrik.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas ESDM Sultra, Dewi Rosaria Amin, mengatakan langkah ini merupakan tindak lanjut komitmen Gubernur Andi Sumangerukka (ASR) bersama Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, dalam mewujudkan pemerataan energi di Bumi Anoa.
“Rencana pembangunan jaringan listrik PLN untuk 50 desa ini sudah disusun bertahap bersama Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan,” ujarnya di Kendari, Rabu (26/1).
Program elektrifikasi tersebut ditargetkan berlangsung mulai 2026 hingga 2028. Saat ini, sebagian besar desa masih mengandalkan pembangkit energi baru terbarukan, seperti PLTS terpusat, serta genset swadaya masyarakat.
Berdasarkan data Dinas ESDM, 10 kabupaten prioritas elektrifikasi meliputi Konawe Selatan, Muna, Muna Barat, Wakatobi, Buton Tengah, Buton Utara, Bombana, Kolaka Utara, Konawe, dan Konawe Utara.
Dewi menjelaskan ada sejumlah kendala dalam pembangunan jaringan listrik PLN, terutama terkait ketersediaan anggaran, lahan, serta status wilayah tertentu yang membutuhkan persetujuan khusus.
“Karena itu kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat dan pemerintah setempat, terutama dalam penyediaan lahan dan proses perizinan,” kata Dewi.
Pemprov Sultra menegaskan percepatan elektrifikasi ini menjadi program prioritas sebagai wujud komitmen pemerintah daerah bersama Kementerian ESDM untuk menghadirkan pemerataan energi hingga pelosok.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah meminta Gubernur ASR memberikan prioritas penuh agar seluruh desa di Sultra bisa menikmati listrik pada 2027. Ia menegaskan pemerintah pusat berkomitmen menuntaskan 50 desa yang masih gelap tersebut.
“Untuk Sultra saya janji, sebelum 2027 berakhir, 50 desa itu semua sudah menyala,” kata Bahlil saat berkunjung ke Kendari pada 2 November.
Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah, program elektrifikasi ini diharapkan segera membuka akses energi yang selama ini belum dinikmati masyarakat di wilayah terpencil.
Editor: Muh Fajar








