Abu Hasan Sindir Kader Golkar di DPP: Jangan Hanya Muncul Saat Musda

Ketua Panitia Musda XI Golkar Sultra, Abu Hasan, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai menghadiri pelantikan pengurus AMSI Sultra di Hotel Claro Kendari, Jumat (4/7). Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Jadwal Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) hingga kini masih belum jelas. Ketua Panitia Penyelenggara, Abu Hasan, menegaskan sampai saat ini belum ada informasi resmi dari DPP maupun Ketua DPD I, Herry Asiku.

“Terkait kapan waktu pelaksanaan kegiatan, saya sampai hari ini belum ada informasi dari DPP. Begitu pun juga Ketua DPD I Pak Herry Asiku, sampai hari ini belum ada jadwal pasti mengenai hal itu,” ungkap Abu Hasan kepada wartawan, Rabu (27/8).

Ia menuturkan, Musda di beberapa provinsi lain sudah lebih dulu rampung, termasuk Gorontalo dan Sulawesi Tengah. Karena itu, ia berharap Sultra segera menyusul. Namun, Abu Hasan justru menyindir peran kader Golkar asal Sultra yang kini berada di DPP.

“Kita berharap orang-orang daerah yang di DPP mengkomunikasikan dan memberi informasi kepada kita. Tapi kan buktinya tidak. Mereka hanya mau menjadi tim sukses bakal calon tertentu, ini kacaunya,” tegasnya.

Lebih jauh, mantan Bupati Buton Utara ini menuding sebagian kader Golkar yang ada di pusat hanya muncul jika ada kepentingan politik tertentu.

“Mereka jangan hanya mau menjadi calon anggota DPR RI baru muncul di Sultra. Jangan nanti mau Musda. Karena kita ini yang berdarah-darah membesarkan Golkar di Sultra, bukan mereka,” ujarnya dengan nada kritik.

Meski demikian, Abu Hasan menilai masih ada kader yang patut dijadikan teladan. Ia mencontohkan sosok Ridwan Bae yang dianggap konsisten membesarkan Golkar di Sultra meski telah berkiprah di Senayan.

“Contoh Ridwan Bae, beliau membantu dari segi pikiran, gagasan, untuk membesarkan Partai Golkar Sultra dari dulu sampai sekarang,” tuturnya.

Soal pencalonan Ketua DPD I, Abu Hasan memastikan pendaftaran akan dilakukan dua hingga tiga hari sebelum Musda dimulai. Ia bahkan menyatakan siap menjadi pendaftar pertama.

“Saya akan menjadi pendaftar pertama siapa pun yang maju. Apakah saya akan lanjut di proses pemilihan atau tidak, saya melihat konstelasi dan dinamika Musda,” tegasnya.

Abu Hasan juga menegaskan perbedaan sikapnya dengan La Ode Darwin, Bupati Muna Barat yang lebih dulu menyatakan maju jika diperintahkan DPP.

“Kalo Darwin menunggu restu, saya untuk maju sebagai calon tidak perlu menunggu restu. Tapi untuk bertarung selanjutnya saya akan mempertimbangkan aspirasi yang muncul, baik dari DPD II maupun DPP,” tandasnya.

Sebagai Sekretaris Soksi Sultra, salah satu organisasi pendiri Golkar yang memiliki hak suara, Abu Hasan mengaku tetap menjaga komunikasi dengan DPD II maupun sayap partai lainnya. Baginya, Musda XI bukan sekadar ajang rebutan kursi, tetapi momentum penting untuk mengembalikan marwah Golkar di Bumi Anoa.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!