Aksi Blokade Jalan Hauling PT Toshida Indonesia Jadi Atensi Polres Kolaka


Kolaka – Aktivitas hauling atau pengangkutan tambang PT Toshida Indonesia di Kabupaten Kolaka kembali terganggu oleh aksi pemalangan sekelompok orang.
Namun, aksi tersebut seolah menjadi permainan kucing-kucingan, sebab pelaku langsung menghilang begitu aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian pada Selasa (2/6/2026).
Kepolisian Resor (Polres) Kolaka yang menerima laporan tersebut tidak tinggal diam. Tim Satreskrim Polres Kolaka segera meluncur ke lokasi untuk memastikan situasi di lapangan.
"Pada saat kami datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan, orang-orang yang diduga melakukan pemalangan sudah tidak berada di tempat," ungkap Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando.
Hingga saat ini, identitas maupun motif kelompok tersebut masih menjadi misteri. Karena pelaku keburu melarikan diri, polisi belum bisa memastikan siapa pihak yang bertanggung jawab atas gangguan operasional perusahaan tersebut.
AKP Fernando menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin insiden ini terus terulang. Polres Kolaka berencana mengambil langkah tegas dengan memfasilitasi pertemuan antara pemangku kepentingan (stakeholder) terkait.
"Saya sudah sampaikan kepada pihak Toshida agar kejadian ini tidak terulang. Nanti kami akan coba memfasilitasi pertemuan dengan para stakeholder terkait, termasuk SLG selaku pemilik IUP dan PMS selaku pemilik IPPKH," jelas Fernando.
Langkah mediasi ini diambil untuk membedah akar persoalan. Pihak kepolisian ingin memastikan apakah pemalangan tersebut murni sengketa lahan atau ada kepentingan lain di baliknya.
Polres Kolaka berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan agar aktivitas ekonomi di Kolaka tetap berjalan lancar.
Meski mengedepankan komunikasi, kepolisian tidak akan segan memproses hukum jika ditemukan pelanggaran pidana dalam aksi pemalangan tersebut.
"Kalau memang ditemukan adanya tindak pidana, tentu akan kami proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Fernando.
Kepolisian juga mengimbau semua pihak untuk menahan diri dan tidak menggunakan cara-cara di luar hukum.
Setiap persoalan yang berkaitan dengan lahan maupun aktivitas bisnis harus diselesaikan melalui mekanisme yang sah agar situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap terjaga dengan kondusif.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaSeorang Tahanan Rutan Kelas IIA Kendari Ditemukan Tewas di Dalam Sel
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







