Ampuh Laporkan Oknum Polisi di Sultra ke Propam Polri Terkait Dugaan Bisnis Tambang


Jakarta - Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi melaporkan oknum perwira polisi berinsial ES ke Divpropam Mabes Polri pada Kamis (17/11).
Direktur Ampuh Sultra, Hendro Nilopo menyebut, onkum polisi berinisial IPDA ES yang dilaporkan tersebut bertugas di Polda Sultra.
Kata Hendro pihaknya melaporkan ES atas dugaan sejumlah pelanggaran, mulai dari dugaan pelanggaran disiplin polri, hingga dugaan keterlibatan dalam penambangan ilegal.
"Sudah kami laporkan, pelaporan ini merupakan pembuktian terhadap eksistensi dan konsistensi lembaga kami Ampuh Sultra dalam mengawal penegakkan supremasi hukum di Bumi Anoa tanpa terkecuali," kata Hendro.
Menurut Hendro, laporan terhadap oknum aparat penegak hukum itu berbanding lurus dengan harapan Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam memberantas mafia dan oknum polisi yang berbisnis tambang.
"Pelaporan kami hari ini berkaitan dengan pemberantasan mafia tambang dan juga keterlibatan oknum polisi dalam bisnis tambang. Dan hal itu menurut kami berbanding lurus dengan instruksi Presiden Jokowi dan Pak Kapolri," katanya.
Hendro bilang, larangan bagi anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk berbisnis termaksud bisnis tambang tertuang dalam Pasal 5 huruf d dan f Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 2 Tahun 2003 tentang Peraturan Disiplin Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia.
"Dan menurut kami, berdasarkan bukti-bukti yang kami pegang, apa yang dilakukan oknum polisi berinisial ES ini telah melanggar peraturan di atas," katanya.
Mahasiswa S2 Ilmu Hukum UJ Jakarta itu mengatakan, selain laporan terkait pelanggaran disiplin polri yang diduga dilakukan ES, pihaknya juga tengah mempersiapkan laporan pidana terkait dugaan ilegal mining di wilayah Morombo, Konawe Utara yang juga diduga melibatkan oknum polisi berinisial ES tersebut.
"Materinya ada dua, yang pertama menyangkut ES sebagai anggota polri yang menjalankan bisnis tambang. Kedua terkait dugaan tindak pidana ilegal mining selama bertahun-tahun yang terindikasi terhubung dalam lingkaran mafia tambang, dan itu juga diduga melibatkan ES," ungkapnya.
Hendro berharap agar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo benar-benar konsisten untuk menindak tegas anggotanya yang terlibat berbisnis tambang.
“Harapan kami agar oknum polisi berinisial ES ini segera dicopot dan diberhentikan dari anggota polri. Kemudian segera ditelusuri terkait keterlibatan ES dalam praktik pertambangan ilegal di Konawe Utara selama bertahun-tahun," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaUpaya PT GKP Bantu Pemda Cegah Stunting di Konawe Kepulauan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







