Anak Muda Dominasi Pasar Modal di BEI Sultra, Catatkan Sejarah Baru

Ilustrasi. Foto: Dok. Shutterstock.

Kendari – Perkembangan pasar modal di Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatatkan tonggak sejarah baru. Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Sultra membukukan lonjakan signifikan jumlah investor sepanjang tahun 2025, dengan penambahan sekitar 33 ribu investor baru.

Capaian tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pertumbuhan investor pasar modal di Bumi Anoa. Dengan tambahan itu, total jumlah investor pasar modal di Sultra kini menembus angka 118 ribu orang.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Sultra, Bayu Saputra, mengungkapkan bahwa lonjakan ini tidak lepas dari peran generasi muda. Saat ini, struktur investor pasar modal di Sultra didominasi kalangan usia produktif, khususnya milenial dan Generasi Z.

“Sekitar 75 persen investor pasar modal di Sultra tercatat berusia di bawah 35 tahun,” kata Bayu dilansir dari Merdeka, Sabtu (31/1).

Kondisi ini menunjukkan perubahan pola pikir generasi muda yang kian sadar akan pentingnya investasi sebagai bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

Menurut Bayu, generasi muda tidak lagi memandang investasi sebagai sesuatu yang rumit atau eksklusif. Berbagai instrumen pasar modal kini semakin dikenal dan diminati, mulai dari saham, reksa dana, hingga obligasi, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan profil risiko masing-masing investor.

Dominasi anak muda di pasar modal juga mencerminkan pergeseran paradigma di tengah masyarakat. Investasi kini menjadi gaya hidup finansial baru, bukan sekadar aktivitas kelompok tertentu, tetapi telah menjadi bagian dari upaya membangun masa depan ekonomi yang lebih terencana.

Untuk menjaga tren positif tersebut, BEI Sultra berkomitmen terus memperluas program sosialisasi, edukasi, dan literasi pasar modal. Upaya ini tidak hanya menyasar pelaku usaha dan industri, tetapi juga dunia pendidikan.

Berbagai program literasi terus digencarkan, di antaranya melalui pembentukan Galeri Investasi di kampus dan sekolah, serta penguatan peran Duta Pasar Modal.

Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan minat dan pemahaman investasi sejak usia dini, sekaligus memperkuat ekosistem pasar modal di Sulawesi Tenggara.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!