Kendari – Kabar duka datang dari dunia pemerintahan nasional. Anggota IV Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, Haerul Saleh, meninggal dunia akibat musibah kebakaran yang terjadi di kediamannya di Jalan Teratai VI No 07, RT03/RW02, Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Jumat (8/5).
Informasi wafatnya tokoh asal Sulawesi Tenggara itu disampaikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melalui pernyataan resmi di Jakarta seperti dilansir dari CNN Indonesia.
Berdasarkan informasi yang diterima, kebakaran terjadi saat proses renovasi rumah sedang berlangsung. Api disebut muncul secara tiba-tiba dan dengan cepat membesar hingga memenuhi rumah dengan asap hitam pekat.
“Mentan Amran mendengarkan kronologis singkat kejadian kebakaran dari asisten rumah tangga, kejadian begitu cepat tatkala korban sedang mengawasi beberapa orang yang sedang memproses renovasi. Tetiba api membesar dan asap hitam tidak dapat dihindarkan,” demikian isi pernyataan tersebut.
Mendapat kabar duka itu, Amran mengaku langsung menuju rumah sakit. Ia juga menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Haerul Saleh.
“Kami keluarga besar Kementerian Pertanian turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Bapak Haerul Saleh. Beliau adalah pribadi yang baik, tenang, sederhana, dan memiliki komitmen besar dalam menjaga integritas serta tata kelola pemerintahan yang baik,” ujar Amran.
Menurutnya, Haerul dikenal sebagai sosok yang menjunjung tinggi profesionalisme dan memiliki dedikasi besar dalam menjalankan amanah negara.
“Beliau sosok yang sangat menghargai kerja keras dan selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara. Kami kehilangan salah satu putra terbaik bangsa yang telah banyak mengabdikan diri untuk Indonesia,” katanya.
Haerul Saleh menjabat sebagai Anggota IV BPK RI sejak April 2022. Sebelum bergabung di lembaga pemeriksa keuangan negara itu, ia diketahui pernah menjadi anggota Komisi XI DPR RI selama dua periode, yakni 2014 hingga 2022.
Pria kelahiran Kolaka, Sulawesi Tenggara, tersebut juga aktif di sejumlah organisasi nasional. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Pakar Masyarakat Ekonomi Syariah serta pengurus Pemuda Tani Indonesia.
Dari sisi akademik, Haerul merupakan lulusan S1 Hukum Universitas Satria Makassar dan tengah menempuh pendidikan Magister Manajemen di Universitas Moestopo.
Editor: Muh Fajar








