Kendari – Seorang anggota TNI AD yang merupakan Babinsa menjadi korban pengeroyokan saat menjalankan tugas pengamanan kegiatan masyarakat berupa acara joget di Desa Wakalambe, Kecamatan Kapontori, Kabupaten Buton.
Korban berinisial A diketahui merupakan Babinsa Koramil Kapontori. Insiden terjadi pada Senin, 30 Maret 2026 sekitar pukul 01.10 Wita.
Dua pelaku berinisial MAF (18) dan FS (20) diduga terlibat dalam aksi kekerasan tersebut. Keduanya sudah ditangkap.
Kasat Reskrim Polres Buton, AKP Sunarton Hafala, membenarkan laporan kejadian itu telah diterima oleh Polsek Kapontori dan langsung ditindaklanjuti.
“Laporan teregister dan langsung ditindaklanjuti bersama Unit Resmob dan Polsek,” ujarnya, Rabu (1/4).
Peristiwa bermula saat korban mengumumkan pembubaran acara guna mencegah potensi keributan. Namun, ketika hendak meninggalkan lokasi, korban diadang oleh dua pelaku yang datang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Keduanya kemudian memarkir kendaraan tepat di depan motor korban hingga memicu ketegangan. Saat korban turun, pelaku langsung melayangkan pukulan ke arah rahang kiri.
Tak berhenti di situ, korban kembali diserang dari belakang hingga terjatuh, lalu diinjak secara bergantian oleh para pelaku.
Usai kejadian, korban melaporkan peristiwa tersebut ke pihak kepolisian.
Tim gabungan kemudian bergerak cepat. MAF diamankan pada Rabu dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, sementara FS lebih dulu diamankan oleh Kodim 1413 Buton sebelum diserahkan ke polisi.
Kedua pelaku telah mengakui perbuatannya dan menyebut aksi tersebut dilakukan atas perintah seorang rekan.
Saat ini, keduanya telah ditahan di Mapolres Buton untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Editor: Muh Fajar








