Kendari – Arus balik Lebaran 2026 di Sulawesi Tenggara (Sultra) tercatat lebih tinggi dibanding arus mudik. Lonjakan ini terlihat dari jumlah penumpang yang mencapai ratusan ribu orang.
Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Sultra mencatat penumpang arus balik mencapai 220.498 orang. Angka ini melampaui arus mudik yang berada di angka 201.375 penumpang.
Kepala BPTD Kelas II Sultra, Husni Mubarak, mengatakan data tersebut dihimpun dari 39 simpul pantau di berbagai moda transportasi, mulai dari darat, laut, penyeberangan hingga udara, selama periode 13 hingga 30 Maret 2026.
“Selama periode H-8 hingga H+8 Lebaran, total pergerakan penumpang mencapai 421.873 orang. Angka ini naik 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” ujar Husni, Selasa (31/3) dilansir dari Kendariinfo.
Berdasarkan jenis transportasi, kata Husni, angkutan udara mencatat kenaikan tertinggi sebesar 25 persen dengan total 92.648 penumpang.
“Kedua itu angkutan laut yang naik 20 persen dengan 187.931 penumpang,” katanya.
Sementara itu, angkutan darat meningkat 15 persen dengan 4.197 penumpang, dan angkutan penyeberangan tumbuh 2 persen dengan total 137.097 penumpang.
Husni bilang, puncak arus mudik terjadi pada H-4 Lebaran dengan jumlah 31.161 penumpang. Sedangkan puncak arus balik tercatat pada H+3 Lebaran dengan 31.423 penumpang.
Di sektor penyeberangan, lanjut dia, aktivitas kapal juga mengalami peningkatan signifikan. Jumlah trip kapal naik 44 persen atau mencapai 1.105 perjalanan.
Tak hanya penumpang, pergerakan kendaraan juga meningkat. Pada arus mudik tercatat 118.179 unit kendaraan, dengan puncak terjadi pada H-2 Lebaran.
“Arus balik melonjak menjadi 144.151 kendaraan, dengan puncak pada H+1 yang mencapai 22.154 kendaraan per hari,” pungkasnya.
Editor: Denyi Risman








