Berita  

Audiensi dengan KKP, Gubernur Paparkan Potensi Maritim Sulawesi Tenggara

Gubernur Sultra Andi Sumangerukka bersama Wamen KKP, Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara, Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka, memaparkan potensi besar sektor kemaritiman daerahnya dalam audiensi bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia, Rabu sore (7/12), di Jakarta.

Pertemuan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam mendorong pembangunan maritim di Sultra.

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Andi Sumangerukka diterima langsung oleh Wakil Menteri KKP, Laksamana Madya TNI (Purn) Dr Didit Herdiawan.

Sejumlah agenda strategis dibahas, mulai dari koordinasi persiapan peresmian Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Desa Sorue Jaya, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, hingga permohonan dukungan KKP terhadap pengembangan potensi maritim Sultra secara menyeluruh.

KNMP Desa Sorue Jaya merupakan salah satu program strategis KKP yang dikembangkan sebagai kawasan terpadu. Di lokasi ini telah tersedia shelter pendaratan ikan seluas dua hektare yang dirancang terintegrasi dengan sektor pariwisata bahari.

Kawasan tersebut memiliki konektivitas langsung dengan destinasi wisata Pulau Bokori dan Pantai Toronipa, serta dilengkapi bengkel nelayan untuk perawatan alat tangkap dan sentra wisata kuliner berbasis hasil laut.

Gubernur menilai kawasan tersebut memiliki nilai strategis karena mampu menggerakkan berbagai sektor sekaligus. Potensi ekonomi, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat pesisir dinilai dapat tumbuh secara bersamaan melalui pengembangan kawasan ini.

Dari sisi aksesibilitas, KNMP Desa Sorue Jaya juga dinilai sangat mendukung. Lokasinya hanya berjarak sekitar satu jam perjalanan dari bandara atau kurang lebih 38 kilometer, dengan kondisi jalan yang memadai.

Pemerintah Provinsi Sultra pun merencanakan pembangunan 1.000 unit rumah nelayan melalui APBD, dengan sekitar 100 unit di antaranya akan dibangun di kawasan KNMP Desa Sorue Jaya.

Selain itu, Gubernur turut memaparkan potensi besar sektor kelautan dan perikanan Sultra lainnya, seperti industri perikanan di Kabupaten Wakatobi yang mampu menghasilkan 1.177.857 ton ikan tuna, cakalang, dan tongkol per tahun, serta pengembangan industri garam di Desa Wumbulasa, Kabupaten Bombana.

Melalui audiensi tersebut, Gubernur berharap dukungan KKP dapat semakin diperkuat agar potensi kemaritiman Sultra mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Menanggapi hal itu, Wakil Menteri KKP menyampaikan sejumlah program prioritas pemerintah pusat yang sejalan dengan pengembangan kawasan pesisir.

Program tersebut meliputi penguatan Kampung Nelayan Merah Putih, pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, serta pembangunan tambak garam dan perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional berbasis maritim.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!