Bahtra: Pidato Presiden soal Orang Desa Tidak Pakai Dolar Dipelintir dari Konteks Aslinya


Jakarta - Wakil Ketua Komisi II DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra, Bahtra Banong, angkat bicara terkait polemik pidato Presiden Prabowo Subianto di Nganjuk soal pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Bahtra menilai polemik tersebut muncul akibat potongan video yang beredar tanpa menampilkan isi pidato Presiden secara utuh. Menurutnya, narasi yang berkembang justru menggiring opini seolah Presiden Prabowo menganggap nilai tukar dolar tidak penting bagi ekonomi nasional.
“Pidato Presiden dipotong hanya pada satu kalimat, lalu dibangun framing seolah Presiden tidak memahami dampak dolar terhadap ekonomi. Itu jelas keliru dan tidak fair,” kata Bahtra dalam keteranganya, Senin (18/5).
Ia menjelaskan, jika pidato itu disimak secara lengkap, Presiden Prabowo justru sedang menyampaikan pesan optimisme kepada masyarakat di tengah tekanan ekonomi global yang sedang terjadi.
“Presiden sedang mengajak rakyat untuk tidak panik karena fundamental ekonomi Indonesia kuat,” ujarnya.
Bahtra menegaskan, Presiden Prabowo memahami dinamika ekonomi global, mulai dari perang dagang, ketidakpastian geopolitik, hingga tekanan terhadap mata uang negara berkembang.
Namun sebagai kepala negara, Presiden dinilai perlu menjaga psikologi publik dan membangun rasa percaya diri nasional.
“Presiden tidak ingin rakyat dibebani rasa takut berlebihan. Pesan beliau sederhana, jangan mudah panik dan jangan merasa Indonesia akan kolaps hanya karena tekanan global. Kita punya kekuatan ekonomi domestik yang besar,” tegas juru bicara Partai Gerindra itu.
Menurut Bahtra, pernyataan “orang desa tidak pakai dolar” merupakan bentuk komunikasi sederhana untuk menggambarkan bahwa ekonomi masyarakat bawah tetap bergerak karena ditopang sektor riil dan konsumsi dalam negeri.
“Artinya ekonomi rakyat kita punya daya tahan karena bertumpu pada produksi dan konsumsi domestik,” jelasnya.
Ia juga menyoroti berbagai program pemerintahan Presiden Prabowo yang disebut berfokus pada penguatan kemandirian ekonomi nasional.
Program tersebut, lanjut dia, meliputi hilirisasi industri, swasembada pangan, ketahanan energi, penguatan koperasi desa merah putih, industrialisasi nasional, hingga peningkatan kapasitas produksi dalam negeri.
“Justru inti pidato Presiden adalah bahwa Indonesia sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi. Kita memperkuat hilirisasi, memperbesar ekspor, mengurangi ketergantungan impor, dan membangun kekuatan produksi nasional,” katanya.
Bahtra menilai narasi pesimisme yang terus dibangun terhadap kondisi ekonomi nasional dapat berdampak buruk terhadap kepercayaan publik maupun psikologi pasar.
“Dalam situasi global yang sulit, bangsa ini membutuhkan optimisme dan kepercayaan diri. Presiden Prabowo sedang membangun semangat itu. Jangan setiap pernyataan dipotong lalu dijadikan bahan propaganda politik,” ujarnya.
Di akhir pernyataannya, Bahtra mengajak masyarakat untuk melihat pidato Presiden secara utuh dan objektif, bukan hanya melalui potongan narasi yang dinilai menyesatkan.
“Presiden Prabowo sedang menyampaikan pesan besar bahwa Indonesia harus percaya pada kekuatan sendiri, berdiri di atas kaki sendiri, dan terus melangkah menuju kemandirian ekonomi nasional,” tutup Bahtra Banong.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaMosi Tidak Percaya Penanganan Korupsi Cirauci II, Kejagung Didesak Ambil Alih
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







