Daerah  

Baru 6 Bulan Menjabat, AKBP Eko Dicopot dari Jabatan Kapolres Bombana Usai Serangkaian Kontroversi

AKBP Eko Sutomo. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – AKBP Eko Sutomo dicopot dari jabatannya sebagai Kapolres Bombana setelah sekitar enam bulan memimpin institusi tersebut. Mutasi itu tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1341/VI/Kep/2026 tertanggal 25 Juni 2026.

Dalam mutasi tersebut, AKBP Eko Sutomo mendapat penugasan baru sebagai Wadansat Brimob Polda Sulawesi Tenggara.

Sementara jabatan Kapolres Bombana kini diisi AKBP Irwandhy Idrus yang sebelumnya menjabat Kasubdit 1 Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Barat.

AKBP Eko Sutomo mulai menjabat sebagai Kapolres Bombana pada 6 Januari 2026, menggantikan AKBP Wisnu Hadi. Sebelumnya, ia bertugas sebagai Kapolres Bima, Nusa Tenggara Barat.

Pergantian jabatan ini terjadi diduga setelah AKBP Eko Sutomo menjadi sorotan publik akibat sejumlah peristiwa yang memicu kontroversi.

Salah satunya saat aksi demonstrasi Himpunan Mahasiswa Pemuda dan Pelajar Mata Oleo (Imppermol) di Tugu Kasipute, Kecamatan Rumbia, pada 2 Juni 2026. Massa saat itu menuntut Bupati Bombana Burhanuddin memperbaiki ruas Jalan Kasipute-Lora-Bombaea.

Berdasarkan video yang beredar luas di media sosial, AKBP Eko Sutomo terlihat naik ke atas mobil pikap yang membawa perangkat pengeras suara, kemudian menarik orator aksi hingga diduga mencekik lehernya. Peristiwa itu disebut terjadi ketika massa hendak membakar ban bekas sebagai bentuk protes.

Selain itu, AKBP Eko Sutomo juga sempat menuai kritik saat mengawal aksi mahasiswa yang menolak aktivitas tambang PT Sultra Industrial Park (SIP) pada 18 Februari 2026.

Dalam demonstrasi tersebut, ia terekam mengancam akan menangkap mahasiswa yang melintas di depan Mapolres Bombana.

Pada aksi yang sama, seorang peserta demonstrasi juga dilaporkan mengalami tindakan pemukulan dan pitingan oleh aparat kepolisian setelah dituduh hendak menabrak petugas yang menghadang laju massa menuju Kantor Bupati dan DPRD Bombana.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari Mabes Polri maupun Polda Sulawesi Tenggara yang menyatakan alasan spesifik di balik mutasi AKBP Eko Sutomo.

Kasubdit Penmas Bidang Humas Polda Sultra Kompol Sarwo Agung Edi hanya membenarkan terkait adanya pergantian sejumlah Kapolres, termasuk Kapolres Bombana.

“Ada surat telegram mutasi yang masuk dari Mabes Polri. Sejumlah pejabat Polda Sultra berganti. Jabatan Kapolres Bombana, sepertinya masuk dalam mutasi terbaru Kapolri yang diterbitkan 25 Juni 2026 kemarin,” kata Sarwo Agung Edi dilansir dari lenterasultra, Jumat, 26 Juni 2026 pagi.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!