Baru Bebas, Residivis Pencurian Kembali Dibekuk Polisi Usai Beraksi di 22 Lokasi


Kendari - Baru beberapa bulan menghirup udara bebas, seorang residivis kasus pencurian kembali berulah. Pria berinisial D alias I (31) ditangkap Tim Buser77 Satreskrim Polresta Kendari atas dugaan keterlibatan dalam serangkaian aksi pencurian di wilayah Kota Kendari.
Penangkapan dilakukan pada Jumat, 23 Januari 2026, sekitar pukul 04.12 Wita, setelah polisi menerima laporan dan melakukan penyelidikan intensif.
Dari hasil pengungkapan, pelaku diketahui telah beraksi di sedikitnya 22 tempat kejadian perkara (TKP) dalam kurun waktu delapan bulan terakhir.
Salah satu aksi pencurian terjadi di sebuah apotek di Jalan Saranani, Kelurahan Karumba, Kecamatan Mandonga. Korban berinisial HA (33) kehilangan dua unit handphone, satu unit televisi, serta uang tunai sebesar Rp1.000.000. Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp 25.200.000.
Peristiwa itu terjadi pada Jumat, 9 Januari 2026, sekitar pukul 03.45 Wita. Pelaku masuk ke dalam apotek dengan cara mencungkil bagian bawah jendela menggunakan kunci L yang telah dimodifikasi.
Tralis jendela kemudian diperlebar dengan bantuan balok kayu hingga menciptakan celah untuk masuk. Setelah berada di dalam, pelaku dengan leluasa menggasak sejumlah barang berharga milik korban.
Tak puas sampai di situ, pelaku juga sempat mencoba membobol mesin ATM yang berada di dalam apotek. Namun upaya tersebut gagal setelah alarm ATM berbunyi, memaksa pelaku melarikan diri.
Berbekal bukti permulaan yang cukup, Tim Buser77 melakukan pengejaran hingga akhirnya berhasil mengamankan pelaku di Jalan Kompleks Pasar Lawata, Kelurahan Tobuuha, Kecamatan Puuwatu. Saat hendak ditangkap, pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.
Dalam pemeriksaan, pelaku mengakui seluruh perbuatannya. Dua unit handphone hasil curian digadai masing-masing seharga Rp 200.000, sementara uangnya digunakan untuk deposit judi online.
Satu unit televisi dibuang ke tempat sampah karena pecah saat diambil, sedangkan uang tunai Rp1.000.000 juga habis digunakan untuk keperluan serupa.
Polisi juga mengungkap bahwa D merupakan residivis kasus pencurian sebanyak tiga kali, masing-masing pada tahun 2016, 2022, dan 2024. Ia terakhir bebas dari penjara pada Mei 2025, sebelum kembali melakukan aksi kejahatan.
Kepada penyidik, pelaku mengaku terlibat dalam 21 TKP lainnya, terdiri dari 10 kasus pencurian dengan pemberatan dan 11 kasus pencurian biasa. Sasaran kejahatannya beragam, mulai dari apotek, klinik kecantikan, hingga sejumlah tempat usaha.
Saat ini, pelaku beserta barang bukti berupa dua unit handphone dan satu unit sepeda motor yang digunakan saat beraksi telah diamankan di Satreskrim Polresta Kendari. Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap TKP lainnya serta menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaRentetan Gempa Guncang Konawe dan Konawe Kepulauan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







