Daerah  

BMKG Peringatkan Asap Selimuti Sultra, 17 Wilayah Berpotensi Terdampak 3 Hari ke Depan

Ilustrasi asap menyelimuti langit Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingatkan potensi asap dengan kategori sedang yang dapat menyelimuti sejumlah wilayah di Sultra dalam tiga hari ke depan.

Peringatan tersebut disampaikan setelah hasil observasi BMKG menunjukkan adanya asap tipis yang menyelimuti langit Sultra selama sepekan terakhir. Jarak pandang umumnya berada pada kisaran 8 hingga 9 kilometer.

Kondisi lebih pekat terpantau di wilayah Kota Kendari dan sekitarnya pada pagi hari, Sabtu (3/10/2026). Jarak pandang bahkan tercatat kurang dari 5 kilometer.

“Pada pagi hari terdapat asap yang cukup tebal dengan jarak pandang kurang dari 5 km,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Kendari BMKG, Heri Purnomo, dalam siaran pers, Sabtu (3/10/2026).

BMKG juga mencatat kualitas udara berdasarkan konsentrasi PM2.5 di Kota Kendari berada pada kategori sedang, yakni 15,5 hingga 55,4 µg/m³, sejak dini hari hingga sore hari. Kondisi tersebut diperkirakan kembali berada pada kategori baik pada sore hingga malam hari.

“Pola ini diperkirakan akan berulang untuk beberapa hari ke depan,” ujar Heri.

Selain kondisi asap, BMKG mencatat hingga 105 titik panas terdeteksi di Sultra pada 3 Oktober 2026. Jumlah titik panas terbanyak berada di wilayah Bombana.

Namun, BMKG menyebut asap yang masuk ke Sultra tidak seluruhnya berasal dari wilayah setempat. Berdasarkan arah angin dan pemantauan satelit Himawari-9, sebaran asap yang masuk ke Sultra terindikasi berasal dari wilayah Papua Selatan dan Maluku.

“Sebaran asap yang masuk ke Sulawesi Tenggara berasal dari luar wilayah Sulawesi Tenggara, yaitu dari wilayah Papua Selatan dan Maluku,” jelas Heri.

Potensi asap kategori sedang dalam tiga hari ke depan diprakirakan terjadi di 17 wilayah, yakni Kota Kendari, Konawe Kepulauan, Konawe, Konawe Selatan, Konawe Utara, Bombana, Kolaka, Kolaka Timur, Kolaka Utara, Muna, Muna Barat, Kota Baubau, Buton, Buton Utara, Buton Selatan, Buton Tengah, dan Wakatobi.

BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan dan memperbanyak konsumsi air putih. Warga juga diminta menutup jendela apabila kondisi asap mulai terasa pekat.

Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat dengan gangguan pernapasan disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan.

“Untuk pengguna jalan, transportasi laut, dan penerbangan agar selalu waspada jika terjadi penurunan jarak pandang secara signifikan,” kata Heri.

BMKG mengingatkan kondisi jarak pandang menjadi perhatian khusus bagi aktivitas transportasi karena sebaran asap dapat berubah mengikuti kondisi angin dan atmosfer.


Editor: Denyi Risman

error: Content is protected !!