Berita  

Call Center 112 Kendari Masih Jadi Andalan Pengaduan, Terima 2.318 Panggilan Selama Juni 2026

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat memantau langsung dari kontrol room Call Center 112. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari terus menjadi andalan masyarakat dalam menyampaikan berbagai pengaduan. Sepanjang 1 hingga 30 Juni 2026, layanan ini menerima 2.318 panggilan, dengan mayoritas merupakan laporan yang valid dan langsung ditindaklanjuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait.

Pemerintah Kota Kendari terus memperkuat kualitas pelayanan publik melalui optimalisasi Call Center 112 agar setiap laporan masyarakat dapat ditangani secara cepat dan tepat.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Kendari, Sahuriyanto Meronda, mengatakan Call Center 112 menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga.

Mulai dari gangguan kelistrikan, kerusakan fasilitas umum, persoalan lingkungan, hingga gangguan ketertiban dan kondisi darurat lainnya.

“Call Center 112 merupakan layanan yang disiapkan untuk memastikan setiap aduan masyarakat dapat diterima dan diteruskan kepada instansi yang berwenang secara cepat. Evaluasi rutin terus kami lakukan agar kualitas pelayanan semakin meningkat dan masyarakat memperoleh penanganan yang lebih optimal,” ujar Sahuriyanto.

Berdasarkan laporan operasional, dari total 2.318 panggilan yang masuk selama Juni, sebanyak 1.570 panggilan atau sekitar 68 persen dinyatakan valid.

Sementara itu, 748 panggilan lainnya atau sekitar 32 persen tergolong tidak valid karena merupakan panggilan iseng (prank) maupun panggilan kosong.

Seluruh panggilan yang dinyatakan valid kemudian diverifikasi dan diproses menjadi laporan resmi. Dari hasil verifikasi tersebut, tercatat sebanyak 167 tiket laporan diteruskan kepada OPD maupun instansi terkait untuk segera ditindaklanjuti.

Data tersebut menunjukkan tingginya pemanfaatan Call Center 112 sebagai kanal pengaduan masyarakat sekaligus menjadi indikator penting dalam meningkatkan kecepatan respons pemerintah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di Kota Kendari.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!