Kendari – Layanan darurat Call Center 112 Kota Kendari mencatat 2.230 panggilan masuk selama April 2026.
Dari total tersebut, sebanyak 1.618 panggilan dinyatakan valid, sementara 612 panggilan tidak valid (prank atau ghost call) alias iseng.
Dari seluruh panggilan valid, tercatat ada 202 tiket laporan kejadian yang diproses oleh petugas. Tingkat penyelesaian laporan menunjukkan angka yang positif yakni 135 laporan telah selesai ditindaklanjuti dan 67 laporan saat ini masih dalam proses tindak lanjut.
Masalah kelistrikan menjadi keluhan utama warga Kota Kendari pada bulan April. Gangguan listrik PLN menempati urutan pertama dengan 56 laporan.
Beberapa kategori kejadian menonjol lainnya meliputi permintaan penebangan pohon dengan 26 laporan, gangguan ketertiban warga dengan 21 laporan, perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) dengan 20 laporan, serta pohon tumbang/sudah jatuh ke tanah sebanyak 15 laporan.
Dilihat dari sisi instansi, PLN tentu juga menjadi instansi yang paling banyak menerima koordinasi laporan (56 laporan), diikuti oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) dengan 27 laporan, serta Dinas Perhubungan (Dishub) dengan 25 laporan.
Hasil survei layanan pun menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap Call Taker 112.
Sebanyak 70 persen responden menilai kualitas layanan mengalami peningkatan, sementara 30 persen lainnya menilai kualitas layanan menurun.
Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, di bawah kepemimpinan Wali Kota Siska Karina Imran dan Wakil Wali Kota Sudirman, menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas respon cepat bagi warga.
Masyarakat diimbau untuk menggunakan layanan Call Center 112 secara bijak dan hanya untuk kondisi darurat. Layanan ini dapat diakses secara bebas pulsa demi mewujudkan pelayanan yang cepat, tepat, dan terpercaya di Kota Kendari.
Editor: Redaksi








