Cari Penyebab Pasti Kematian Guru Madrasah di Kolut, Polisi Lakukan Ekshumasi

Proses ekshumasi terhadap makam jenazah korban di Desa Ngapa, Kecamatan Ngapa, Selasa (15/7/2026). Foto: Dok. Istimewa.

Kolaka Utara – Polres Kolaka Utara (Kolut) mengambil langkah tegas untuk mengungkap penyebab kematian seorang guru Madrasah Yapira Lapai berinisial H, yang dinilai tidak wajar.

Tim Satreskrim Polres Kolut bersama Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Tenggara melaksanakan proses ekshumasi dan autopsi terhadap jenazah korban di Desa Ngapa, Kecamatan Ngapa, Selasa (15/7/2026).

Proses ekshumasi dilakukan dengan menggali kembali makam korban di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Desa Ngapa untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan medis.

Kegiatan ini disaksikan langsung oleh kepala desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pihak keluarga korban untuk memastikan transparansi penyelidikan.

Langkah autopsi ini diambil kepolisian sebagai respons atas berkembangnya berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Sebelumnya, korban dikabarkan meninggal dunia karena bunuh diri. Namun, muncul dugaan kejanggalan karena ditemukan bekas cekikan di sekitar tubuh jenazah, yang memicu munculnya isu-isu liar terkait penyebab kematian korban.

“Satreskrim melakukan autopsi bertujuan memastikan apakah kematian diakibatkan oleh sebab wajar atau tidak wajar sebagai bukti otentik bagi penyidik menentukan jenis tindak pidana,” ujar Kasi Humas Polres Kolut, Aiptu A. Saiful, saat dikonfirmasi, Senin (15/6/2026).

Pihak kepolisian menegaskan bahwa autopsi ini merupakan bagian dari rangkaian penyelidikan dan penyidikan dugaan tindak pidana yang terjadi di wilayah hukum Polres Kolut.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.

Warga diminta untuk tidak membuat asumsi sendiri atau menyebarkan berita yang dapat menimbulkan keresahan, serta mempercayakan sepenuhnya proses penanganan perkara kepada aparat penegak hukum.

“Percayakan proses penanganan kepada pihak berwenang dan mari bersama menjaga situasi aman, tertib, dan kondusif,” pungkas Aiptu A. Saiful.

Sebelumnya, H dikabarkan meninggal dunia akibat bunuh diri. Namun, kematian sang guru tersebut disebut tidak biasa lantaran, dari keterangan berbagai pihak, ditemukan di sekitar tubuh jenazah diduga bekas cekikan.


Editor: Redaksi

error: Content is protected !!