'Cueki' Ketua DPRD Sultra di Rakerwil, NasDem Dinilai Kehilangan Etika Politik


Kendari - Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Sekolah Legislatif DPW Partai NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) di Hotel Claro Kendari, Senin (18/5), mendadak memantik sorotan publik.
Pemicunya, Ketua DPRD Sultra La Ode Tariala yang juga kader NasDem justru terlihat duduk di barisan belakang bersama kader dan simpatisan lainnya saat agenda resmi partai berlangsung.
Padahal, sebagai Ketua DPRD Sultra, Tariala dinilai layak menempati deretan kursi utama bersama elite partai dan kepala daerah yang hadir dalam pembukaan Rakerwil.
Sorotan tak berhenti di posisi duduk. Foto Tariala juga tak terlihat dalam sejumlah baliho kegiatan yang terpampang di area hotel. Sementara wajah petinggi NasDem lainnya terpajang jelas di berbagai sudut lokasi acara.
Bahkan, nama Tariala disebut tak masuk dalam daftar tamu penting yang dibacakan pembawa acara, meski ia hadir langsung di arena kegiatan.
Kondisi itu menuai kritik dari kader senior sekaligus salah satu pendiri NasDem Sultra, Jurni. Ia menilai perlakuan terhadap Tariala bukan sekadar persoalan teknis, melainkan mencerminkan cara partai memperlakukan kadernya sendiri.
“Terlepas dari adanya rekomendasi pergantian Ketua DPRD, Pak Tariala hari ini masih sah menjabat Ketua DPRD Sultra dan masih kader NasDem. Itu harus dihargai,” ujar Jurni di lokasi Rakerwil.
Menurutnya, penempatan Tariala di kursi belakang memperlihatkan adanya persoalan internal yang tidak dikelola secara dewasa. Padahal, NasDem tengah berupaya menjaga soliditas politik di Sultra.
Ia menegaskan, dalam tradisi politik, etika dan penghormatan terhadap kader merupakan hal mendasar. Karena itu, perlakuan terhadap Tariala justru dinilai bisa memunculkan simpati publik.
“Yang malu sebenarnya bukan Pak Tariala, tapi NasDem sendiri. Publik melihat bagaimana seorang Ketua DPRD diperlakukan oleh partainya sendiri,” katanya.
Jurni juga mengingatkan agar perbedaan politik tidak dibawa ke ruang simbolik yang terkesan mempermalukan kader di depan publik.
“Kalau partai mau besar, kader harus diperlakukan dengan baik. Jangan persoalan politik internal dipertontonkan secara terbuka seperti ini,” lanjutnya.
Ia menegaskan proses pergantian Ketua DPRD bukan perkara sederhana karena harus melalui mekanisme partai, rapat paripurna DPRD hingga persetujuan gubernur dan Kementerian Dalam Negeri.
“Mengganti Ketua DPRD itu bukan seperti mengganti Ketua Fraksi. Prosesnya panjang dan ada aturan yang harus dihormati,” tegasnya.
Jurni pun meminta Ketua DPW NasDem Sultra Ali Mazi mengevaluasi jajaran internal partai yang dinilai keliru mengelola pelaksanaan Rakerwil.
Menurutnya, polemik tersebut justru berpotensi merusak citra Ali Mazi sebagai Ketua DPW NasDem Sultra sekaligus anggota DPR RI.
“Pak Ali Mazi harus mereview persoalan ini. Jangan sampai orang-orang di sekitar beliau justru merusak citra partai dan citra beliau sendiri,” bebernya.
Ia bahkan menyarankan agar Sekretaris DPW NasDem Sultra, Tahir Lakimi, ikut dievaluasi lantaran dianggap gagal menjaga komunikasi internal partai.
“Kalau kader diperlakukan seperti ini, orang bisa apatis terhadap NasDem. Hari ini yang muncul justru simpati publik kepada Pak Tariala,” tandasnya.
Sementara itu, Sekretaris DPW Partai NasDem Sultra, Tahir Kimi, menanggapi santai sorotan tersebut. Ia menyebut Tariala memang pribadi yang santai.
“Kaka Tariala orangnya santai, beliau memang santai,” ujar Tahir saat dikonfirmasi.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaBegini Respon NasDem soal Ketua DPRD Sultra Tariala 'Dicueki' saat Rakerwil
Baca Juga
Di Tengah Polemik, ASR Tak Sebut Nama Ridwan Bae dalam Sambutan Pelantikan Golkar Sultra
Kolaka – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR), tidak menyebut nama anggota DPR RI dari Partai Golkar, Ridwan Bae, dalam sambutannya pada pelantikan pengurus DPD Partai Golkar…
DPD I dan II Golkar se-Sultra Resmi Dilantik Serentak, Target 'Kuasai' DPRD di Pemilu 2029
Kolaka - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama ketua dan pengurus DPD II kabupaten/kota se-Sultra resmi dikukuhkan di Alun-alun 19 November…
Target Tambah Kursi pada 2029, Sarmuji Ingatkan Golkar Sultra Jangan Sekadar Janji
Kolaka – Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, mengingatkan pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) agar tidak sekadar menyusun program dan mengumbar janji…
Sarmuji Minta Golkar Sultra Dekati Generasi Z dan Kuasai Ruang Digital
Kolaka – Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, meminta pengurus DPD Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperkuat pendekatan kepada generasi muda, khususnya Generasi Z. Menurutnya, kekuatan tokoh…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…
Purnama Saboli Unggul Tanpa Lawan di Musda Golkar Konawe, Ini Target Politiknya
Konawe – Purnama Saboli resmi terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golongan Karya (Golkar) Kabupaten Konawe periode 2026-2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Musyawarah Daerah…







