CV Vintara Mitra Utama Dinilai Abaikan Tenaga Lokal di Proyek Labkesmas Muna Barat


Muna Barat - Proyek pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kabupaten Muna Barat senilai Rp12,86 miliar kembali menjadi sorotan publik.
Warga menilai pelaksana proyek, CV Vintara Mitra Utama, mengabaikan tenaga kerja lokal, meski sebelumnya telah ada kesepakatan untuk mengutamakan warga setempat.
Ancaman dari warga Desa Nihi, Kecamatan Sawerigadi, pun mengemuka. Mereka bersiap menyegel proyek apabila tuntutan pemberdayaan tenaga kerja lokal tidak dipenuhi.
Salah satu warga, Kadir, menuturkan bahwa sejak awal pembangunan, perusahaan hanya menggunakan pekerja dari luar wilayah.
“Mereka hanya melibatkan pekerja (tukang) dari luar. Sementara warga di sini banyak juga tukang. Kita mendaftar untuk masuk kerja tapi ditolak sementara pekerjaan sudah berjalan. Sama halnya kita hanya jadi penonton di kampung sendiri,” ujar Kadir, Jumat (29/8).
Ironisnya, kondisi ini terjadi meski pemerintah desa, perusahaan, dan warga sebelumnya telah menyepakati pemberdayaan tenaga kerja lokal.
Di lapangan, pekerjaan justru dikuasai oleh pekerja dari luar Muna Barat, mulai dari kuli hingga tukang.
Menanggapi sorotan warga, Fandi, Penanggung Jawab proyek, menjelaskan bahwa saat ini tenaga lokal belum diterima karena proyek masih dalam tahap pembesian.
“Insyaallah kita tetap prioritaskan tenaga lokal dalam pengerjaan proyek ini. Nanti saat pengecoran kita berdayakan mereka. Kita bersabar saja,” kata Fandi, Sabtu (30/8).
Fandi menambahkan, jumlah tenaga lokal yang saat ini bekerja baru tujuh orang, sama dengan pekerja dari luar, sehingga total pekerja di lapangan baru 14 orang.
Ia menegaskan perusahaan tidak menolak warga yang ingin bekerja, dengan syarat koordinasi melalui mandor yang telah ditunjuk.
“Nanti tukang koordinasikan kembali ke mandor untuk para calon tukang yang ingin melamar kerja di sini. Koordinator tukang juga orang lokal juga. Tidak ada masalah,” ujarnya.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaBelanja Negara di Sultra Tembus Rp3 Triliun, Serapan Modal Terendah
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







