Dana Rp5,2 M Raib, Eks Manajer Keuangan Kantor Pos Kendari Ditahan Kejari


Kendari - Dana kas PT Pos Indonesia (Persero) Kantor Cabang Utama (KCU) Kendari senilai Rp5,2 miliar diduga digelapkan. Kejaksaan Negeri Kendari menetapkan satu orang tersangka dan langsung melakukan penahanan.
Tersangka berinisial AA, mantan Manajer Keuangan dan BPM PT Pos Indonesia KCU Kendari periode 2020 hingga 2024.
Ia ditetapkan sebagai tersangka pada Rabu (25/6) dan ditahan di Lapas Perempuan Kelas III Kendari berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor PRINT-04/P.3.10/Fd.2/06/2025.
Penahanan berlangsung selama 20 hari, terhitung sejak 25 Juni sampai 14 Juli 2025.
Kepala Kejari Kendari, Ronal H. Bakara, dalam keterangan pers menyampaikan bahwa tersangka telah melakukan manipulasi laporan keuangan dan menggunakan dana perusahaan untuk kepentingan pribadi.
“Tersangka AA selaku Manajer Keuangan sejak tahun 2020 sampai dengan 2024 telah memalsukan laporan kas setara kas dan catatan keuangan, dan uang dari pihak ketiga yang seharusnya masuk ke kas PT Pos Indonesia digunakan untuk kepentingan pribadi,” ujar Ronal.
Dari hasil penyidikan, diketahui bahwa AA memalsukan laporan keuangan dan merekayasa pencatatan transaksi keuangan menggunakan sistem System Application and Products atau SAP.
Dana dari pihak ketiga yang seharusnya menjadi pemasukan resmi perusahaan diduga dialihkan dan tidak dicatat secara sah dalam sistem keuangan.
Penyidikan kasus ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejari Kendari Nomor PRINT-04/P.3.10/Fd.2/06/2025 tertanggal 23 Juni 2025.
Kejaksaan menemukan selisih dana kas yang tidak bisa dipertanggungjawabkan selama periode 2021 hingga 2024, dengan nilai kerugian keuangan negara mencapai Rp5.223.738.047.
Atas perbuatannya, AA dijerat dengan tiga lapis pasal dalam Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi.
Pasal primair yang dikenakan adalah Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.
Pasal subsidiair yang digunakan adalah Pasal 3 jo Pasal 18 undang-undang yang sama. Sedangkan pasal lebih subsidiair adalah Pasal 9 undang-undang tersebut.
Ancaman hukuman bagi pelanggaran pasal-pasal itu mencakup pidana penjara seumur hidup serta denda paling tinggi Rp1 miliar.
Kejari Kendari menegaskan bahwa penahanan terhadap AA dilakukan karena tersangka telah memenuhi unsur subjektif dan objektif sesuai dengan Pasal 21 KUHAP.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaDelapan Kios Ludes Terbakar di Kendari, Kerugian Capai Rp400 Juta
Baca Juga
233 PNS Baru Muna Barat Disumpah, Darwin Soroti Disiplin hingga Kewajiban Tinggal di Daerah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengingatkan 233 Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang baru diangkat agar menjaga disiplin dan mematuhi kewajiban sebagai aparatur negara, termasuk…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
Di Tengah Efisiensi Anggaran, Darwin Klaim Rp200 Miliar Program Pusat Mengalir ke Muna Barat
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengklaim sekitar Rp200 miliar anggaran program pemerintah pusat mengalir ke daerahnya di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Dana tersebut berasal…
Bupati Muna Barat Soroti Telur Murah dari Sulsel, Peternak Terancam
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menyoroti persaingan harga telur dari Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dinilai menghambat penjualan hasil peternakan ayam petelur lokal. Harga telur…
Darwin Perintahkan Inspektorat Muna Barat Periksa Kades dan Kepala Sekolah
Muna Barat – Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, memerintahkan Inspektorat melakukan pemeriksaan terhadap kepala desa, kepala sekolah, dan objek pemeriksaan (obrik) lainnya. Ia menegaskan, proses pemeriksaan harus…
Umroh Gratis hingga Sepeda Listrik, Yellow Run 5K Golkar Sultra Diserbu Ribuan Peserta
Kolaka – Ajang Yellow Run 5K yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kabupaten Kolaka, Minggu (1/11/2026), diikuti ribuan peserta. Hadiah utama berupa…







