Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra

Sultranesia
2 Min Baca
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Ketua Umum KKMM Sultra, La Ode Darwin, bersama Kapolda Sultra Irjen Pol Himawan Bayu Aji, Wakapolda Brigjen Pol Budi Hermawan, serta sejumlah tokoh masyarakat dan ketua lembaga saat foto bersama usai kegiatan silaturahmi dan dialog di Hotel Claro Kendari,

Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan merusak persatuan daerah.

Darwin yang juga Bupati Muna Barat itu menegaskan, keberagaman suku dan budaya di Sultra harus menjadi kekuatan untuk membangun daerah, bukan justru dijadikan pemicu perpecahan.

Pesan tersebut disampaikan Darwin saat menghadiri silaturahmi dan dialog bersama Kapolda Sultra Irjen Pol Himawan Bayu Aji, didampingi Wakapolda Brigjen Pol Budi Hermawan, serta sejumlah ketua lembaga dan tokoh masyarakat di Hotel Claro Kendari, Kamis (29/10/2026).

Dalam forum tersebut, Darwin menyoroti pentingnya menjaga hubungan persaudaraan antara empat pilar budaya Sultra, yakni Muna, Tolaki, Buton, dan Moronene.

Menurutnya, keempat kelompok masyarakat tersebut memiliki ikatan sejarah dan kekerabatan yang harus terus dipelihara.

“Leluhur kita memiliki hubungan yang sangat erat. Karena itu, kebersamaan ini harus terus kita pelihara. Jangan sampai perkembangan zaman dan derasnya arus informasi justru membuat kita mudah terpecah belah,” tegas Darwin.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama informasi yang dapat memancing sentimen kesukuan.

“Dalam setiap kesempatan silaturahmi, saya selalu menyampaikan agar kita jangan terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mencederai kebersamaan dan keutuhan daerah,” ujarnya.

Darwin menegaskan, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) bukan hanya tanggung jawab kepolisian. Organisasi kerukunan, tokoh adat, tokoh agama, dan tokoh pemuda juga harus mengambil peran dalam mencegah konflik sosial.

Ia secara khusus menyoroti Kota Kendari yang menjadi tempat pertemuan masyarakat dari berbagai suku dan latar belakang. Kondisi tersebut, kata dia, membutuhkan komunikasi dan koordinasi antarelemen masyarakat agar persoalan sosial tidak berkembang menjadi konflik.

“Kota Kendari menjadi pusat pertemuan berbagai etnis dan latar belakang masyarakat. Karena itu, menjaga situasi tetap aman dan kondusif harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” katanya.

Selain itu, Darwin meminta generasi muda, khususnya mahasiswa, agar menyampaikan aspirasi secara tertib dan damai sesuai ketentuan yang berlaku. Kebebasan berpendapat, menurutnya, harus disertai tanggung jawab sehingga tidak berujung pada tindakan anarkis.

Sebagai Ketua Umum KKMM Sultra, Darwin menyatakan pihaknya terus mengedukasi masyarakat Muna, khususnya yang bermukim di Kota Kendari, untuk menghormati perbedaan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan perselisihan.

Ia juga menekankan pentingnya membangun koordinasi dengan Lembaga Adat Tolaki di bawah kepemimpinan Lukman Abunawas serta organisasi kerukunan lainnya.

Darwin berharap silaturahmi antara Kapolda dan tokoh masyarakat tidak berhenti pada pertemuan tersebut. Ia mengusulkan kegiatan serupa dilaksanakan secara berkala setiap tiga atau enam bulan untuk membahas persoalan sosial dan perkembangan keamanan daerah.

Dalam kesempatan itu, Darwin turut mencontohkan silaturahmi akbar masyarakat Muna di Eks MTQ Kendari pada Juli 2026 yang dihadiri sekitar 25 ribu orang. Menurutnya, kegiatan tersebut menunjukkan besarnya potensi kebersamaan masyarakat dalam menjaga persatuan.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga daerah ini. Apa pun situasinya, mari kita bersama-sama mempertahankan persatuan dan menciptakan kamtibmas yang aman serta kondusif,” tuturnya.

Darwin menegaskan KKMM akan terus menjadi wadah pemersatu masyarakat Muna, sekaligus mendorong kolaborasi dengan pemerintah, kepolisian, lembaga adat, dan organisasi kemasyarakatan untuk menjaga Sultra tetap aman dan harmonis.


Editor: Denyi Risman

Berita BerikutnyaMahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Bagikan:

Baca Juga