Muna Barat – Tidak ada tempat bagi pemimpin yang hanya bertugas dari kejauhan. Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, menegaskan bahwa setiap Aparatur Sipil Negara (ASN) yang menduduki jabatan eselon II, III, dan IV wajib tinggal di dalam wilayah Muna Barat.
Jika ada yang tetap memilih bermukim di luar daerah, hanya ada dua pilihan: mengundurkan diri atau dicopot dari jabatan.
Pernyataan tegas ini disampaikan Darwin saat peluncuran program 100 hari kerja di bidang kesehatan, yang dirangkaikan dengan peresmian Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) Puskesmas Kecamatan Tiworo Tengah, Jumat (21/3).
Dalam acara tersebut, ia menekankan bahwa disiplin dan dedikasi ASN menjadi kunci utama dalam mewujudkan pelayanan maksimal bagi masyarakat.
“Kalau saya temukan ada pejabat yang tinggal di luar dari Kabupaten Muna Barat, maka mohon maaf untuk segera mengundurkan diri. Kalau tidak, saya akan copot dari jabatannya,” tegas Darwin.
Bagi Darwin, kepemimpinan bukan sekadar tanda tangan di atas kertas, tetapi kehadiran nyata di tengah masyarakat yang dilayani.
Selain menegakkan kedisiplinan tempat tinggal, Darwin juga memastikan bahwa kinerja ASN akan semakin diawasi dengan sistem absen digital yang akan diluncurkan mulai April mendatang.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa pegawai yang digaji dari uang rakyat benar-benar bekerja untuk rakyat.
Tak hanya itu, dalam kesempatan yang sama, Darwin juga mengumumkan berbagai program prioritas di bidang kesehatan, seperti pemeriksaan kesehatan gratis bagi seluruh masyarakat, penempatan satu bidan dan satu perawat di setiap desa/kelurahan, serta layanan dokter keliling.
Dengan program ini, setiap puskesmas memiliki tanggung jawab memeriksa kesehatan warga di rumah masing-masing sebelum dokter turun langsung menangani pasien.
Darwin menegaskan bahwa hasil identifikasi penyakit oleh bidan dan perawat akan menjadi basis data kesehatan masyarakat, sehingga kebijakan di bidang kesehatan dapat lebih tepat sasaran.
Selain itu, pemerintah juga tengah merampungkan pembukaan Unit Gawat Darurat (UGD) di tiga puskesmas besar, yaitu Puskesmas Lawa, Puskesmas Tiworo Tengah, dan Puskesmas Guali.
Di luar sektor kesehatan, Pemkab Muna Barat juga tengah fokus pada peningkatan infrastruktur transportasi.
Salah satu pencapaian yang telah berjalan adalah kembalinya penerbangan Wings Air dengan rute Bandara Sugimanuru–Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
Untuk mendukung kelancaran penerbangan ini, Darwin mewajibkan seluruh pegawai Muna Barat menggunakan Bandara Sugimanuru dalam perjalanan dinas.
Jika ada yang melanggar, maka Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) mereka tidak akan dibayarkan.
Tak hanya itu, dalam sektor transportasi laut, Pemkab Muna Barat telah meneken Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT ASD Indonesia Ferry untuk segera mengoperasikan kapal feri lintasan Tondasi–Torobulu sebelum Lebaran Idulfitri.
Sementara itu, di sektor ekonomi dan pertanian, pemerintah menargetkan Muna Barat mencapai swasembada pangan pada tahun 2026.
Darwin mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan benih dan pupuk untuk membantu para petani meningkatkan produksi.
“Program-program ini akan kita upayakan sekuat tenaga kita, sehingga kita berharap Muna Barat ini menjadi sejahtera dan terwujud sebagai Liwu Mokesa,” ujarnya optimistis.
Editor: Denyi Risman