Dikbud Dukung Polisi Ungkap Kasus Pembunuhan Siswa STM Kendari


Kendari - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendukung upaya pihak kepolisian, dalam hal ini Polresta Kendari mengungkap kasus pembunuhan terhadal siswa STM Kendari bernama Patir (18).
Dukungan itu disampaikan langsung Kadis Dikbud Sultra, Yusmin, kepada awak media, Selasa (7/11).
"Saya sudah sampaikan kepada semua, kita tahan diri, kita serahkan semuanya kepada pihak kepolisian karena itu adalah kriminal murni," kata Yusmin.
"Kita serahkan pihak kepolisian (untuk mengungkap kasusnya) dan kami yakin pihak kepolisian sangat profesional," sambungnya.
Dibritakan sebelumnya, seorang pelajar di Kota Kendari bernama Patir berusia 18 tahun tewas usai dikeroyok empat orang tak dikenal pada Jumat (3/11) sekitar pukul 03.00 WITA. Korban merupakan siswa SMKN 2 Kendari atau STM Kendari.
Pengeroyokan itu terjadi di Jln Sao-sao, Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.
Kapolresta Kendari, Kombes Pol M Eka Fathurrahman menerangkan, menerangkan, awalnya korban sedang menjaga parkir di sekitar Jln Sao-sao.
Tiba-tiba datang empat orang dengan berboncengan dua motor langsung menghampiri korban dan meminta uang. Namun korban tak mau memberikan uangnya.
Para pelaku kemudian mengeroyokan korban hingga babak belur, setelah itu langsung kabur.
"Setelah pelaku kabur, korban dibawa oleh temannya ke RS Bhayangkara Kendari," jelas Eka, Jumat siang.
Korban kemudian dinyatakan tewas di rumah sakit. Menurut keterangan pihak RS Bhayangkara, kata Eka, korban sudah meninggal dunia sebelum tiba di rumah sakit.
Kombes Eka bilang, diduga kuat motif pengeroyokan itu adalah pemerasan disertai kekerasan.
"Kesimpulan awal dari kami, bahwa motifnya adalah pemerasan. Pelaku menggunakan benda tajam dan benda tumpul untuk melakukan penganiayaan terhadap korban," jelasnya.
Polisi yang mendapat informasi langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Pelaku berjumlah empat orang, masih dalam pengejaran," pungkas Kombes Pol Eka.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPetani di Koltim Kena Bacok Gegara Rebutan Aliran Air Sawah
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







