Berita  

Dikbud Sultra Gandeng BNN Cegah Penyalagunaan Narkoba di Sekolah

Dikbud dan pihak BNNP menggelar pertemuan bersama para kepala sekolah dan pengurus OSIS SMA SMK se-Kota Kendari pada Kamis (1/2) siang di Aula Kantor Dikbud Sultra. Foto: Wiwid Abid Abadi/Sultranesia.com.

Kendari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) untuk mencegah penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar SMA, SMK dan sederajat.

Sebagai langkah awal, Dikbud dan pihak BNNP menggelar pertemuan bersama para kepala sekolah dan pengurus OSIS SMA SMK se-Kota Kendari pada Kamis (1/2) siang di Aula Kantor Dikbud Sultra.

Selanjutnya setelah pertemuan ini, BNNP Sultra akan mendatangi sekolah-sekolah se-Sulawesi Tenggara untuk melakukan sosialisasi dan upaya-upaya pencegahan lainnya.

Kadis Dikbud Sultra, Yusmin, mengatakan, sosialisasi bahaya narkoba dan upaya pencegahannya penting dilakukan di kalangan pelajar, dan harus dilakukan oleh pihak berkompenten dalam hal ini BNNP.

Sebab, kata Yusmin, usia pelajar merupakan usia rentan terhadap pengaruh penyalahgunaan narkoba. “Kita tidak ingin anak-anak kita di sekolah menjadi korban penyalahgunaan narkoba,” kata Yusmin.

Untuk para kepala sekolah seluruh Sultra, Yusmin menegaskan agar menerima kedatangan BNNP di sekolahnya masing-masing.

“Untuk kepala sekolah wajib menerima kedatangan BNNP dalam rangka sosialisasi dan upaya pencegahan narkoba, jangan lagi ada yang tidak menerima dengan berbagai alasan,” tegas Yusmin.

Lalu untuk para ketua-ketua OSIS yang hadir, Yusmin menegaskan agar menjadi garda terdepan dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di sekolahnya.

“Untuk ketua-ketua OSIS dan pengurusnya harus bertanggung jawab. Jangan ada pengurus OSIS yang terlibat narkoba. Harus memberi contoh sebagai garda terdepan pencegahan narkoba,” katanya.

Yusmin juga berpesan kepada para pengurus OSIS jika mengetahui temannya sesama pelajar terindikasi menggunakan narkoba, maka harus segera melapor ke guru BK atau langsung ke kepala sekolahnya.

“Jangan takut untuk melaporkan supaya cepat direhabilitasi, karena narkoba ini berbahaya. Sekali menggunakan maka sulit untuk lepas, makanya sebelum terlalu jauh, segera harus ditangani,” ungkapnya.

Terakhir, Yusmin menegaskan bahwa pertemuan dengan kepala-kepala sekolah dan ketua-ketua OSIS di Kota Kendari juga akan dilaksanakan di kabupaten dan kota lainnya di Bumi Anoa.


Laporan: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!