Berita  

Dikbud Sultra Sambut Hari Guru dengan Program Ketahanan Pangan Siswa

Kadis Dikbud Sultra, Yusmin. Foto: Dok. Wiwid Abid Abadi/Sultranesia.

Kendari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menggalakkan program ketahanan pangan siswa.

Kali ini program tersebut didedikasikan untuk menyambut Hari Guru Nasional (HGN) Tahun 2023.

Kepala Dikbud Sultra, Yusmin, pada Selasa, 31 Oktober 2023, juga sudah mengeluarkan surat instruksi yang ditujukan kepada seluruh kepala SMA, SMK, dan SLB terkait pelaksanaan program ketahanan pangan siswa secara serentak.

Dalam suratnya, Yusmin menginstruksikan agar seluruh kepala satuan pendidikan di Sultra segera melakukan penyemaian bibit cabai, tomat, dan bawang.

Penyemaian bibit dilaksanakan mulai 4 November 2023 yang dilakukan oleh siswa, guru, dan staf. Setiap siswa, guru dan staf itu menyemai minimal 10 bibit setiap masing-masing jenis tanaman.

Sehingga, setiap siswa dan guru menanam masing-masing 30 bibit dari tiga komoditas tersebut. Jika lahan sekolah tidak cukup, Yusmin memerintahkan agar para siswa menanam bibit itu di rumah masing-masing, dan hasilnya bisa dinikmati oleh orang tuannya.

Kemudian penanaman bibit dilakukan pada saat peringatan Hari Guru Nasional  pada 25 November 2023.

Program ketehanan pangan siswa dalam menyambut Hari Guru Nasional 2023 ini juga dilakukan sebagai tindak lanjut perintah dan arahan Pj Gubernur Sultra, Andap Budhi Revianto, dalam rangka menekan inflasi.

Diketahui, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara meluncurkan program ketahanan pangan siswa ini sebagai bagian dari implementasi Merdeka Belajar.

Program tersebut resmi dilaunching pada Selasa 6 Juni 2023 lalu di SMKN PP 5 Kabupaten Konawe.

Program yang diprakarsai Kadis Dikbud Sultra, Yusmin itu merupakan gerakan menanam tiga komoditas primer, yakni cabai, tomat dan bawang secara serentak oleh siswa-siswi SMK dan SMA se-Sultra di lingkungan sekolahnya masing-masing.

Selain punya tujuan utama yakni menyukseskan program merdeka belajar, dan mengajari para siswa-siswi langsung praktik di lapangan, tujuan lain dari program itu adalah membantu pemerintah mengendalikan inflasi.

Dipilihnya cabai, tomat dan bawang untuk ditanam, mengingat tiga komiditas itu, berdasarkan beberapa triwulan terkahir laporan Badan Pusat Statistik, masuk dalam jajaran penyumbang inflasi di daerah.

Selain itu, tiga komoditas tersebut dipilih karena memiliki masa tanam hingga panen yang cukup pendek, dan tentu biaya perawatannya juga terjangkau.

Setelah tiga bulan program itu dilauncing, sejumlah sekolah sudah mulai memanen hasilnya, bahkan sejumlah sekolah berhasil panen hingga ratusan kilogram bahkan ada yang mencapai satu ton.

Didukung Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra) serius menjajaki kerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra dalam mengendalikan inflasi.

BI melihat, program ketahanan pangan siswa yang  sudah dijalankan Dikbud Sultra dengan menanam cabai, tomat dan bawang merah di lingkungan sekolah sukses, dan berperan penting dalam membantu pengendalian inflasi di Bumi Anoa.

Untuk itu, BI memberi dukungan penuh dengan mensuplay sekitar 300 ribu bibit cabai kepada Dikbud untuk ditanam di sekolah secara serentak.

Kepala Bidang (Kabid) SMK Dikbud Sultra, JH Bawondes mengatkan kerjasama tersebut dilakukan memang sebagai salah satu upaya untuk menekan inflasi.

“Bank Indonesia melihat bahwa sekolah-sekolah ini dapat berpeluang untuk ikut aktif di dalam penekanan inflasi,” kata Bawondes, Jumat (27/10).

Penanaman 300 ribu bibit cabai tersebut, kata dia, bakal dilakukan di seluruh Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) yang berada di Sultra.

“Untuk sementara ini ada sepuluh SMK dulu, di antaranya itu SMK 5 Konawe, SMK 1 Muna Barat, itu yang paling luas lahannya di antara kedua sekolah itu,” jelasnya.

Sementara ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan Bank Indonesia terkait kapan waktu pelaksanaan penanaman 300 ribu bibit cabai tersebut.

“Jadi harapkan kami, meraka bisa memanfaatkan ini dengan baik juga kepada pemerintah untuk menekan inflasi,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Perwakilan BI Sultra Doni Septadijaya mengaku salut program budidaya produk cabai dan sayur mayur di pekarangan sekolah yang masif digaungkan Diknas Sultra sejak Juni dan kini mencapai panen signifikan.

Program ini, kata Doni, terbukti berhasil menekan inflasi dan menjaga ketahanan pangan lokal selama musim kemarau dampak El Nino.

Hasil panen cabai dan sayur yang melimpah, lanjut dia, membuka membuka peluang bisnis baru bagi siswa siswi sekolah selah satunya lewat kemitraan dengan lembaga Hebitren bentukan BI

“Panennya sekarang bisa kita lihat, ada cabe, tomat, sayur berhasil dibudidaya siswa. Biasanya guru-guru ramai belanja di pasar, sekarang dipenuhi dari hasil pekarangan sekolah,” kata Doni dikutip dari Lajur.co, Senin (16/10).

“Demand turun, harga juga turun, otomatis ini ikut menekan inflasi. Panen yang banyak ini bisa buka akses kolaborasi dengan Hebitren bahkan untuk pasokan ke pasar,” imbuhnya.

Hasil panen siswa dari program budidaya tanaman holtikultura di pekarangan sekolah, kata Doni, dapat menyokong kebutuhan konsumsi komunitas pesantren yang tergabung dalam Hebitren. Pola bisnis ini bisa diperluas untuk kebutuhan suplai ke pasar-pasar tradisional di Sultra.

Doni bilang, kerjasama BI dan Diknas Sultra akan memperluas action program budidaya tanaman holtikultura hingga berkembang menjadi peluang bisnis baru di tingkat sekolah SMA dan SMK.


Editor: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!