Kendari – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka (ASR) mengungkapkan bakal memisah antara Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan.
Sebelumnya, Pendidikan dan Kebudayaan Sultra menjadi satu atap, dan memiliki satu Kepala Dinas.
Nantinya, jika sudah resmi terpisah, maka akan menjadi Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan yang masing-masing akan memiliki kewenangan yang terpisah.
Selama ini, kata Gubernur, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan memiliki tanggung jawab terlalu besar, sehingga tak jarang, sektor kebudayaan jadi tidak terlalu diperhatikan.
“Kita ingin memisahkan antara pendidikan dengan kebudayaan. Selama ini, keduanya terlalu besar digabung, sehingga fokus terhadap kebudayaan menjadi minus,” kata Gubernur saat memberi sambutan dalam kegiatan silaturahmi Forkopimda dan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan insan pers di rumah jabatannya, Kamis (5/9) siang.
Dengan adanya pemisahan ini, kata Gubernur, keduanya akan fokus pada tugas pokoknya masing-masing.
“Dengan pemisahan, nantinya masing-masing bisa lebih fokus mengembangkan potensi yang ada di Sulawesi Tenggara,” imbuhnya.
Gubernur juga merespon usulan dalam forum silaturahmi itu tentang pembentukan dewan kebudayaan. Kata dia, dewan kebudayaan nantinya akan di bawah Dinas Kebudayaan.
“Terkait usulan itu (pembentukan dewan kebudayaan) nanti akan terakomodir kalau Dinas Kebudayaan sudah terbentuk,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar








