Dinsos Kota Kendari Mulai Tertibkan Anjal dan Gepeng di Perempatan Jalan


Kendari - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menertibkan aktivitas anak jalanan (Anjal) gelandangan, pengemis, pengamen (Gepeng) hingga badut jalanan yang kerap beroperasi di sejumlah perempatan lampu merah.
Penertiban ini dilakukan oleh Dinas Sosial Kota Kendari sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pembinaan Anak Jalanan, Gelandangan, Pengemis, dan Pengamen.
Kegiatan tersebut berlangsung pada Rabu (28/1) dengan menyasar beberapa titik yang selama ini dinilai rawan aktivitas jalanan, seperti lampu merah McD, Pasar Baru, lampu merah PLN, hingga kawasan Gerbang Batas Kota Kendari.
Dari hasil penertiban, petugas menjaring enam orang yang kedapatan beraktivitas di area lampu merah.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Sosial Kota Kendari, Rukmana, mengatakan penertiban ini tidak semata-mata bertujuan melakukan penindakan. Menurutnya, pendekatan persuasif dan edukatif tetap menjadi prioritas utama dalam menangani persoalan sosial tersebut.
Ia menjelaskan, kehadiran anak jalanan, pengemis, pengamen, maupun badut jalanan di persimpangan jalan tidak hanya melanggar aturan daerah, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan mereka sendiri serta para pengguna jalan.
Dalam pelaksanaannya, petugas Dinas Sosial terlebih dahulu melakukan pendataan terhadap para pelanggar. Mereka juga diminta menandatangani surat pernyataan berisi komitmen untuk tidak lagi melakukan aktivitas serupa di lampu merah maupun lokasi terlarang lainnya.
Rukmana menegaskan, surat pernyataan tersebut merupakan bentuk pembinaan awal dari pemerintah daerah. Namun, jika ke depan masih ditemukan pelanggaran yang sama, pihaknya tidak akan segan mengambil langkah lanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Ia menambahkan, penertiban akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga ketertiban kota sekaligus menekan risiko kecelakaan lalu lintas akibat aktivitas jalanan di persimpangan.
Pemerintah Kota Kendari berharap masyarakat dapat memahami bahwa langkah ini dilakukan demi keselamatan bersama dan penataan ruang publik yang lebih tertib.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaSudah Bayar Puluhan Juta Jamaah Umrah Asal Sultra Keluhkan Biaya Tambahan Rp 5 Juta
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







