Ditreskrimsus Polda Sultra Kembali Tetapkan 4 Tersangka Ilegal Mining


Kendari - Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) kembali menetapkan empat tersangka penambang ilegal di Konawe Utara (Konut).
Hal tersebut diungkapkan Kasubdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra, AKBP Priyo Utomo, kepada awak media, Jumat (30/12).
AKBP Priyo mengungkapkan, keempat tersangka yang ditahan masing-masing berinisial CJR, IS, MA, dan RU.
"Dalam perkara tersebut kami menetapkan empat tersangka, empat tersangka itu sudah dilakukan penahanan di Rutan Polda Sultra," jelasnya.
Keempat orang yang ditetapkan sebagai tersangka itu terdiri dari direktur perusahaan, pengawas, dan operator alat berat.
Penetapan tersangka terhadap empat orang itu merupakan tindak lanjut dari patroli mining yang dilakukan Tim Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sultra di wilayah Konawe Utara.
Saat melakukan patroli itu tim mendapati aktivitas penambangan ilegal yang dilakukan oleh para tersangka di sekitar Blok Mandiodo, Desa Puuwonia, Kecamatan Andowia, Kabupaten Konawe Utara.
Mantan Kanit Jatanras Polda Jawa Tengah (Jateng) ini menambahkan, dalam perkara tersebut pihaknya juga menyita empat alat berat berupa eksavator dan tumpukan ore nikel.
Priyo menerangkan, setelah dilakukan penahanan, selanjutnya penyidik Tipidter Polda Sultra akan melengkapi berkas perkara persiapan tahap 1 di Kejaksaan.
"Para tersangka dikenakan Pasal 89 ayat 1 JO Pasal 17, Pasal 37 tentang perusakan dan perambahan hutan. Ancaman hukuman minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara," terangnya.
Ketua Komite Exco PSSI Sultra itu menegaskan, tidak akan segan melakukan penindakan terhadap para penambang ilegal yang melanggar hukum.
"Kami mengimbau silahkan melakukan penambangan namun lengkapi izin dan dokumen resmi pendukung lainnya. Kita tidak larang menambang, tetapi harus patuhi aturan sesuai undang undang yang berlaku," pungkasnya.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaBumi Praja Laworoku dalam Perspektif Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







