Ditreskrimsus Polda Sultra Tuntaskan 3 Kasus Korupsi Proyek Jalan di Koltim


Kendari - Subdit Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara (Sultra) menuntaskan tiga kasus korupsi proyek jalan di Kolaka Timur (Koltim).
Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan penyidikan, berkas kasusnya dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
"Berkas perkara tersebut telah dinyatakan P21 oleh JPU Kejati Sultra pada 27 Desember 2023," kata Dirreskrimsus Polda Sultra Kombes Pol Bambang Wijanarko melalui Kasubdit Tipidkor Kompol I Gede Pranata Wiguna, Kamis (28/12).
Kompol Gede mengurai, pihaknya melakukan penyidikan tiga item permasalahan dugaan tindak pidana korupsi berupa penyalahgunaan wewenang dan penyalahgunaan anggaran pada Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan Kabupaten Kolaka Timur.
Ketiga item yang disalahgunakan itu adalah satu pekerjaan peningkatan jalan ruas Penanggo Jaya-Lere Jaya yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanaan oleh PT TAC dengan nilai proyek Rp 8,8 M.
Kedua adalah pekerjaan pengaspalan jalan ruas Penanggo Jaya – Lere Jaya yang sumber anggarannya dari Dana Alokasi Umum Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan oleh PT SNP dengan anggaran Rp 4,2 M.
Dan terakhir ketiga adalah pekerjaan pengaspalan jalan Ruas Gunung Jaya - Poli-Polia, sumber anggaran DAU Tahun Anggaran 2021 yang dilaksanakan oleh PT HCG dengan anggaran Rp 4,2 M.
Dijelaskan, dari hasil audit ditemukan kerugian negara pada masing-masing item pekerjaan jalan tersebut.
"Untuk item kegiatan satu ditemukan kerugian negara Rp 3,8 M, di item kegiatan kedua Rp 1,4 M, dan pada item kegiatan ketiga ditemukan kerugian negara sebesar Rp 400 juta," jelas Gede.
Dalam proses penyelidikan, lanjut Gede, pihaknya memeriksa 38 orang saksi, termasuk saksi ahli.
Hasilnya, lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Ketiganya yakni JR selaku Plt Kepala Dinas PUPRP Koltim, lalu AS selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan, HS selaku Direktur PT TAC, MS Direktur PT SNP dan YP sebagai pelaksana lapangan PT HCG.
Editor: Muh Fajar
Berita Berikutnya7 Rekomendasi Lampu Natal LED Terbaik
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







