Kendari – Kabar pergantian La Ode Tariala dari kursi Ketua DPRD Sulawesi Tenggara (Sultra) tengah ramai dibicarakan.
Informasi itu mencuat setelah DPW Partai NasDem Sultra mengirim surat ke DPP pada 30 Oktober 2025, berisi usulan pergantian pimpinan lembaga tersebut.
Dalam surat yang ditandatangani Ketua DPW NasDem Sultra, Ali Mazi, bersama Sekretaris Tahir La Kimi, nama Syahrul Said diusulkan sebagai pengganti Tariala.
Tak hanya itu, DPW juga mengusulkan Suparjo untuk menggantikan Sudarmanto di posisi Ketua Fraksi NasDem DPRD Sultra.
Meski demikian, Tariala mengaku belum menerima informasi resmi terkait wacana pergantiannya.
Ia mengatakan baru mengetahui kabar tersebut dari pemberitaan media.
“Saya belum tahu, saya baru baca dari media,” ujar Tariala, dikutip dari Tribunnewssultra, Selasa (25/11).
Ia menegaskan hingga kini belum ada pemanggilan ataupun surat keputusan yang ia terima. Karena itu, menurutnya, secara formal ia masih sah menjabat sebagai Ketua DPRD Sultra.
“Sebelum saya terima surat (pemberhentian) itu, saya masih Ketua DPRD,” tegasnya.
Namun, Tariala menyebut jika pergantian itu benar terjadi, ia menghormati keputusan partai.
“Karena saya yakin apa pun yang diputuskan partai, itulah yang terbaik,” tutupnya.
Sementara itu, Sekretaris NasDem Sultra, Tahir La Kimi, mengatakan akan menyampaikan terkait kabar pergantian dalam konfrensi pers.
“Terimakasih atas atensi sahabat media, penggiat politik dan sosial. Isu yang berkembang terkait kebijakan atau keputusan politik DPP terkait posisi kader di parlemen daerah akan saya sampaikan secara terbuka kepada lembaga formal dan publik,” kata Tahir.
“Terkait perkembangan isu yang sudah beredar sesungguhnya belum lengkap, dan akan saya sampaikan (lengkapnya) pada saatnya,” pungkasnya.
Editor: Muh Fajar








