Kendari – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Sulawesi Tenggara (Sultra) memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 Partai Golkar dengan doa bersama untuk bangsa di Sekretariat DPD Golkar Sultra, Jalan Abdullah Silondae, Kota Kendari, Jumat (5/12) malam.
Acara yang mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Membangun Indonesia Maju” itu berlangsung khidmat. Doa khusus juga dipanjatkan untuk masyarakat Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan daerah lain yang terdampak banjir serta tanah longsor.
“Doa ini bentuk kepedulian kami dari Partai Golkar terhadap musibah yang dialami saudara-saudara kita di Sumatera,” kata Ketua DPD Golkar Sultra, La Ode Darwin.
Dalam momentum HUT ke-61 ini, Darwin menegaskan fokus utama Golkar Sultra adalah memperkuat konsolidasi internal. Pembenahan struktur organisasi akan dimulai dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa dan kelurahan.
“Kami rapikan dulu internal. Musda daerah kita targetkan terlaksana Januari–Februari 2026. Setelah itu, pembentukan struktur sampai tingkat desa dan kelurahan kami target rampung Mei–Juni 2026,” ujarnya.
Darwin menekankan bahwa langkah konsolidasi ini merupakan fondasi awal untuk mencapai target besar partai. Golkar Sultra, kata dia, mengikuti instruksi Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, yakni memenangkan Pemilu dan Pilkada 2029.
“Kita akan maksimalkan seluruh potensi. Insya Allah, dengan konsolidasi yang kuat, Allah SWT memberi ridho dan masyarakat Sultra memberikan dukungan,” tuturnya.
Ia juga optimistis kehadiran Bahlil Lahadalia sebagai putra daerah Sultra akan menjadi energi politik yang signifikan bagi kemenangan Golkar.
“Masak kampung Bahlil kita tidak menang,” ucapnya sambil tersenyum.
Darwin kembali menegaskan pentingnya soliditas internal tanpa adanya faksi-faksi di tubuh partai.
“Di Golkar tidak boleh ada sekat dan kelompok. Semua harus satu visi membangun kejayaan Golkar,” katanya.
Menurutnya, pengurus dan kader adalah satu keluarga besar yang harus kompak dalam pikiran dan langkah. Ia juga mendorong agar kegiatan keagamaan seperti dzikir dan doa bersama terus dihidupkan sebagai penguat spiritual perjuangan politik.
“Perjuangan politik tanpa doa yang sungguh-sungguh akan jauh dari ridho Allah dan dukungan masyarakat,” tutup Darwin.
Editor: Muh Fajar








