Dokter Asal Makassar Mengaku Ditipu Pria di Kendari: Duit Ratusan Juta Melayang

dr Resti Muzakkir dan pria asal Kendari yang diduga menipunnya. Foto: Dok. Istimewa.

Kendari – Kisah cinta yang semula dipenuhi janji manis berubah menjadi pengalaman pahit bagi seorang dokter kecantikan asal Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Perempuan bernama Resti Muzakkir itu mengaku menjadi korban dugaan penipuan oleh pria yang dicintainya dan sempat ia rencanakan sebagai pasangan hidup.

Pengakuan Resti mencuat ke publik setelah ia membagikan kisah pribadinya melalui media sosial pada Minggu (14/12). Dalam unggahan tersebut, ia menyebut Moh Sabri alias Abi, pria asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagai sosok yang diduga telah memanfaatkan kepercayaannya hingga menimbulkan kerugian finansial besar.

Resti menuturkan, selama menjalin hubungan asmara, ia kerap dimintai bantuan dana dengan beragam alasan. Mulai dari pinjaman pribadi, kebutuhan keluarga, hingga pengurusan notaris dan tim kerja. Diliputi rasa percaya dan cinta, Resti mengaku menuruti permintaan tersebut dengan mentransfer uang dalam jumlah besar.

“Ini jadi pelajaran hidup yang sangat mahal,” tulis Resti dalam unggahannya, dikutip dari laman Kendariinfo.

Ia menyebut pernah mengirim uang Rp 250 juta dalam satu kali transfer, disusul sejumlah transfer lain dengan nominal yang terus bertambah. Total dana yang telah ia keluarkan disebut mencapai ratusan juta rupiah. Persoalan kian memuncak ketika Resti mencoba menagih pengembalian uang tersebut.

Alih-alih mendapat kepastian, Resti mengaku justru menerima ancaman. Klinik tempatnya bekerja disebut-sebut akan dibuat bermasalah, bahkan ditutup, jika ia terus menuntut haknya. Sejak saat itu, hubungan yang dibangun dengan penuh harapan perlahan runtuh.

Di media sosial, Resti juga membagikan potongan kenangan masa lalu bersama Abi. Mulai dari momen pertunangan di Makassar, janji lamaran dengan mahar bernilai fantastis, rencana akad nikah di Tanah Suci Makkah, hingga impian masa depan yang kini kandas. Semua harapan itu, menurutnya, sirna setelah kebohongan terungkap.

“Rencana masa depan hancur oleh satu kebohongan. Berpisah adalah akhir dari drama yang tak kuinginkan,” tulisnya.

Tekanan batin akibat peristiwa tersebut membuat Resti mengaku sempat mengalami depresi. Ia berusaha bangkit dengan dukungan orang-orang terdekat dan memilih bersabar menghadapi cobaan hidup yang dialaminya.

Pengakuan ini pun menyebar luas dan menyedot perhatian publik. Ribuan warganet membanjiri kolom komentar dengan simpati, doa, serta dukungan moral. Sebagian di antaranya mendorong Resti untuk menempuh jalur hukum agar kasus tersebut diproses secara adil.

Sementara itu, Moh Sabri alias Abi saat dikonfirmasi membenarkan pernah melamar Resti pada Selasa, 4 November 2025 di Makassar. Ia juga mengakui adanya rencana pemberian mahar berupa uang, lokasi tambang, hingga kebun sawit, meski belum sempat direalisasikan.

“Iya, itu memang mahar. Ada semua itu,” ujarnya, Rabu (17/12), dikutip dari Kendariinfo.

Terkait dana ratusan juta rupiah yang disebut sebagai pinjaman, Abi berdalih uang tersebut digunakan untuk mengurus perusahaan milik Resti. Ia juga menegaskan bahwa dalam hubungan mereka, urusan keuangan merupakan hal yang biasa dan bersifat saling memberi.

“Kita ini sama-sama. Saya pernah kasih dia uang, dia juga sebaliknya. Saya pakai uang itu untuk urus perusahaannya, bayar notaris, dan lain-lain,” pungkasnya.


Editor: Muh Fajar

error: Content is protected !!