Dua Kasus Diduga Gagal Ginjal Akut di Sultra, Satu Anak Meninggal Dunia

Ilusterasi. Foto: Dok. iStockphoto.

Kendari – Dua kasus diduga gagal ginjal akut ditemukan di Provinsi Sulaawesi Tenggara (Sultra).

Dua kasus tersebut ditemukan di Kabupaten Konawe, dan Kabupaten Buton Selatan (Busel).

Kepala Dinas Kesehatan, Sulawesi Tenggara, dr Putu Agustin Kusumawati saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya belum bisa memastikan dua kasus tersebut karena gagal ginjal akut.

Pihaknya, kata dr Putu, sudah mengirim sampel hasil pemeriksaan terhadap dua anak yang diduga gagal ginjal akut itu ke Kementrian Kesehatan, dan saat ini sedang menunggu hasilnya.

“Kami masih menunggu konfirmasi dari Kementrian penyebab dua pasien anak di Sultra yang dirawat,” kata dr Putu, Jumat (21/22).

dr putu mengungkapkan, dua anak yang dirawat karena gagal ginjal berasal dari Konawe, dan dirujuk ke RS Bahtermas Kendari.

Sedangkan satu pasien anak dari Kabupaten Buton Selatan dirujuk ke RS Palagimata Kota Baubau.

dr Putu membenarkan bahwa dua anak tersebut dirawat akibat gagal ginjal. Namun pihaknya belum bisa memastikan apakah karena gagal ginjal akut setelah meminum obat sirup atau bukan.

“Memang dirawat karena masalah ginjal. Tapi sementara diperiksa, apakah kesehatan dua anak ini karena ginjal akut setelah mengkonsumsi obat atau penyakit komorbit,” terang dr Putu.

Dia juga membenarkan satu anak yang dirawat RS Palagimata Baubau karena masalah ginjal meninggal dunia.

“Tapi semua kasus ini kami masih menduga, dan menunggu hasil lab dari Kementerian Kesehatan,” pungkasnya.

Seperti diketahui kasus gagal ginjal pada anak di Indonesia meningkat sejak beberapa hari belakangan.

Kasus gagal ginjal tersebut rata-rata dialami setelah anak-anak mengonsumsi obat jenis sirup. Seperti contohnya sirup obat batuk atau pereda panas yang biasa diberikan orang tua kepada anaknya.


Editor: Wiwid Abid Abadi

error: Content is protected !!