Dua Waria yang Keroyok Seorang Pria di Kendari Jadi DPO Polisi


Kendari - Dua waria yang melakukan pengeroyokan seorang pria di dalam sebuah indekos di sekitar BTN Geraha Cempaka Asri, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-wua, masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Polresta Kendari.
Kasat Reskrim Polresta Kendari AKP Fitrayadi mengatakan pihaknya hingga saat ini masih memburu dua pelaku tersebut.
"Seperti yang kita tahu beberapa hari lalu terjadi penganiayaan yang dilakukan oleh dua orang berjenis kelamin laki-laki tetapi nampak seperti perempuan, hingga kini kita masih melakukan penyelidikan keberadaan para pelaku untuk ditangkap," kata Fitrayadi, Senin (30/1).
Fitrayadi bilang, pihaknya sudah mengantongi identitas kedua pelaku. "Kami sudah kantongi identitas kedua pelaku yaitu Alan dan Taofik. Untuk nama gaulnya Lola dan Airin," ungkapnya.
Menurut informasi yang didapat penyidik, kedua pelaku diduga telah melarikan diri ke luar Sulawesi Tenggara (Sultra).
"Dari hasil penyelidikan kami keberdaan kedua pelaku ini ada di luar Sultra. Tapi kami akan terus mengejar pelaku hingga ditangkap," tegasnya
"Foto kedua pelaku sudah kami dapat, selanjutnya hari ini rencana memasukan daftar pencarian orang orang," sambungnya.
Fitrayadi mengungkap kronologi pengeroyokan tersebut, awalnya korban menggunakan aplikasi mengajak salah satu dari dua pelaku untuk berkencan.
Setelah berkencan korban tak mampu membayar karena tak memiliki uang. Pelaku yang merasa dibohongi kemudian mengeroyok korban.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaPutusan MA Disebut Bukan untuk Menutup Tambang di Wawonii
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







