Eks Kepala Syahbandar Kolaka Divonis 5 Tahun Penjara


Kendari - Mantan Kepala Syahbandar Kolaka, Supriadi, divonis lima tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kendari, Senin (9/2). Ia dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi pertambangan dan penjualan nikel secara bersama-sama.
Putusan dibacakan langsung oleh Hakim Ketua PN Kendari, Arya Putra Waringin. Selain pidana penjara, Supriadi juga dijatuhi hukuman denda sebesar Rp 200 juta dengan ketentuan subsider enam bulan kurungan.
Tak hanya itu, majelis hakim turut membebankan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti senilai Rp1.255.000.000. Apabila tidak dibayarkan, harta benda terdakwa akan disita untuk menutupi kerugian negara. Jika hasil penyitaan tidak mencukupi, Supriadi harus menjalani pidana penjara tambahan selama satu tahun.
Dalam perkara ini, Supriadi diketahui berperan mengeluarkan sejumlah sutat izin berlayar bagi banyak tongkang bermuatan ore nikel. Dari praktik tersebut, ia disebut menerima imbalan hingga ratusan juta rupiah.
Akibat perbuatannya, negara mengalami kerugian hingga miliaran rupiah. Supriadi tetap memaksakan penerbitan izin pengangkutan ore nikel dari wilayah IUP PT AMIN, meskipun izin usaha pertambangan perusahaan tersebut telah disita oleh negara. Izin berlayar dikeluarkan dengan memanfaatkan kuota RKAB PT AMIN melalui jetty milik PT KMR.
Selama persidangan yang dipimpin Hakim Ketua Arya Putra Waringin, Supriadi tampak mengenakan kopiah putih dan kemeja batik hitam bermotif cokelat. Ia terlihat lebih banyak diam dan tidak banyak memberikan komentar usai sidang.
Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, M Yusran, menilai putusan hakim telah sesuai dengan dakwaan yang diajukan. Menurutnya, besaran denda dan uang pengganti juga sejalan dengan tuntutan jaksa.
“Ini masih bagian terkecil dari tuntutan yang kami ajukan,” kata M Yusran usai sidang.
Sementara itu, Supriadi menyatakan keberatan atas vonis yang dijatuhkan majelis hakim. Ia menilai hukuman tersebut terlalu berat dan berharap masyarakat dapat menilai perkara ini secara objektif.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaNilai Tukar Petani di Sulawesi Tenggara Alami Peningkatan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







