Kendari – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersama Wakil Wali Kota Sudirman diperingati melalui kegiatan ekspose terbuka di lapangan upacara Balai Kota Kendari, Selasa (3/3) sore.
Acara tersebut dihadiri ribuan Ketua RT/RW dan ASN lingkup Pemkot Kendari, serta dirangkaikan dengan buka puasa bersama. Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Asrun Lio, turut hadir dalam kegiatan itu.
Dalam pemaparannya, Siska menyampaikan capaian pembangunan selama satu tahun terakhir sekaligus membuka secara transparan kondisi keuangan daerah, termasuk beban utang kepada pihak ketiga yang masih menjadi tantangan pemerintah kota.
Dijelaskan, total sisa utang Pemkot Kendari saat ini mencapai Rp 334,1 miliar. Utang itu berasal dari pinjaman daerah sejak 2021 hingga 2024. Di bawah kepemimpinannya, ia sudah membayar utang sekitar Rp 178,5 miliar.
Menurutnya, terdapat perbedaan antara utang yang sudah memiliki dukungan anggaran dan yang belum tersedia alokasinya.
Pemerintah berkomitmen menuntaskan kewajiban tersebut secara bertahap dengan skema pembiayaan yang sah dan tidak membebani masyarakat.
Meski di tengah tumpukan utang yang harus dibayar setiap tahun, Siska dan Wakilnya, Sudirman terus melakukan pembangunan insfrastruktur dan pembenahan di sejumlah sektor, utamanya yang dapat mendongkrak pendapatan daerah.
Di sektor infrastruktur, Pemkot Kendari mencatat peningkatan jalan kota sepanjang 20.980 meter dan rehabilitasi jalan lingkungan sepanjang 32.582,32 meter.
Pembangunan drainase baru mencapai 10.657 meter, disertai pemasangan dan pemeliharaan 1.011 titik Penerangan Jalan Umum (PJU).
Dari total 433,77 kilometer panjang jalan di Kota Kendari, sebanyak 66,36 persen kini berada dalam kondisi baik dan sedang. Sisanya akan terus ditingkatkan secara bertahap.
Pemerintah kota juga memasang 36 unit CCTV di sejumlah area publik dengan jangkauan pengawasan 360 derajat. Selain itu, pembangunan gedung kantor dinas baru dan gedung layanan perpustakaan turut direalisasikan.
Siska menegaskan, pembangunan infrastruktur juga diperkuat melalui koordinasi dengan pemerintah pusat dan Komisi V DPR RI.
Dukungan APBN, kata dia, turut mengalir untuk sejumlah ruas berstatus jalan kota, termasuk Jalan Latama.
Namun di tengah capaian tersebut, Siska secara terbuka mengungkapkan kondisi fiskal daerah.
Di sektor investasi, jumlah izin yang terbit pada 2025 tercatat sebanyak 9.305 izin, menurun dibanding 9.846 izin pada 2024. Nilai investasi juga turun dari Rp889,1 miliar menjadi Rp 719,1 miliar. Penurunan ini dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk persoalan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) antara Kota Kendari dan daerah penyangga.
Dari total nilai investasi 2025, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp623,8 miliar, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp95,2 miliar. Investor asing berasal dari Tiongkok, Singapura, Belanda, Malaysia, Hong Kong, dan Amerika Serikat.
Berbeda dengan investasi, sektor pariwisata menunjukkan tren positif. Kunjungan ke Pantai Nambo melonjak dari 7.236 orang pada 2024 menjadi 33.000 orang pada 2025.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari destinasi tersebut meningkat dari Rp117 juta menjadi Rp 560 juta. Kebun Raya Kendari juga mencatat kenaikan kunjungan dari 44.000 menjadi 109.000 orang, dengan PAD naik dari Rp 371 juta menjadi Rp 825 juta.
Kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut mengalami penguatan. Perumda Aneka Usaha meningkatkan kontribusi PAD dari Rp 39 juta menjadi Rp435 juta. Perumda Pasar membukukan pendapatan Rp 4,345 miliar atau tumbuh 6,74 persen.
Sementara PDAM Tirta Anoa menambah jumlah pelanggan dari 11.252 menjadi 12.929, dengan pendapatan naik dari Rp1,5 miliar menjadi Rp1,8 miliar serta mampu mencatat laba sekitar Rp300 juta per bulan.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus komitmen keterbukaan pemerintah kota. Di hadapan ribuan RT/RW, Siska menegaskan tekadnya mempercepat pembangunan dan menuntaskan beban fiskal daerah secara bertahap dan bertanggung jawab.
Editor: Muh Fajar








