Kendari – Produk ferro nickel mendominasi kinerja ekspor Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) sepanjang Januari hingga Mei 2025. Data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sultra mencatat, kontribusi komoditas ini mencapai 97,55 persen dari total nilai ekspor daerah, atau senilai 1,51 miliar dolar AS (setara Rp24,76 triliun).
Kepala Disperindag Sultra, Rony Yakob Laute, mengungkapkan, ekspor Sultra sepanjang lima bulan pertama 2025 mencapai 1,55 miliar dolar atau sekitar Rp25,42 triliun, dengan tren perdagangan yang masih dianggap positif meski mengalami fluktuasi.
“Terjadi surplus pada neraca perdagangan di Bulan Mei dengan nilai ekspor sebesar 241,63 juta dolar atau Rp3,96 triliun jika dikurskan Rp16.400 per dolar,” kata Rony, Senin (21/7).
Dari total 12 komoditas ekspor yang tercatat, industri olahan pertambangan mendominasi. Selain ferro nickel, produk stainless steel juga menjadi penopang utama. Komoditas lain seperti gurita beku, udang vannamei, daging kepiting kaleng, kepiting bakau, tuna sirip kuning beku, tengiri segar, kakap segar, kerapu segar, ubur-ubur asin, dan ikan dasar hanya menyumbang sebagian kecil dari total nilai ekspor.
“Ekspor didominasi oleh produk industri olahan pertambangan yakni ferro nickel/ NPI dan stainless steel,” terangnya.
Namun, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi penurunan nilai ekspor sebesar 9,36 persen. Khusus di bulan Mei 2025, nilai ekspor Sultra hanya tercatat sebesar Rp3,96 triliun dengan volume 173,3 ribu ton. Angka ini menunjukkan penurunan sebesar 31,9 persen dibandingkan Mei 2024.
“Nilai ekspor Mei 2025 sebesar Rp3,96 triliun, dengan volume 173,3 ton, apabila dibandingkan periode yang sama, maka terjadi penurunan nilai sebesar 31,9 persen,” pungkas Rony.
Ia menambahkan, penurunan ini juga lebih tajam dibanding bulan sebelumnya.
“Apabila dibandingkan dengan April 2025 terjadi penurunan nilai ekspor pada Mei 2025 sebesar 39,8 persen,” tandasnya.
Dalam lima tahun terakhir, nilai ekspor Sultra di bulan Mei 2025 menjadi yang terendah. Negara tujuan ekspor Sultra saat ini mencakup 10 negara, di antaranya China, Jepang, India, Amerika Serikat, Singapura, Filipina, Belanda, Meksiko, Korea Selatan, dan Malaysia.
Editor: Redaksi








