Kendari – Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Andi Sumangerukka, resmi melantik enam pejabat baru di lingkup Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Sultra, Senin (14/7).
Mereka terdiri atas tiga anggota Dewan Pengawas dan tiga Direksi, yang kini memegang kendali penuh atas lini bisnis milik Pemerintah Provinsi Sultra.
Pejabat yang dilantik antara lain Afryan Ramadhan sebagai Ketua Dewan Pengawas, dengan dua anggota, yakni Ahmad Rustan dan Wahyudi Umar.
Sementara itu, posisi Direktur Utama dijabat oleh Akhmad Rizal, Direktur Operasional oleh Mohammad Akbar Liambu, serta Muhammad Sofian Maksar sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi Umum.
“Pelantikan ini dilakukan karena masa jabatan direksi dan dewan pengawas sebelumnya telah berakhir,” kata Andi Sumangerukka usai prosesi pelantikan.
Gubernur menekankan pentingnya profesionalitas dan independensi seluruh pejabat yang baru dilantik.
Ia menyebut bahwa keberhasilan Perumda sangat menentukan performa bisnis pemerintah daerah.
“Karena semua bisnisnya Pemprov itu ada di Perumda, maka saya minta mereka harus profesional dan independen, serta mampu mempertanggungjawabkan,” tegasnya.
Andi Sumangerukka juga menekankan bahwa kunci utama membangun kepercayaan publik adalah dengan bersikap transparan dan akuntabel dalam setiap langkah bisnis.
“Harus akuntabel, karena trust itu kan datangnya dari akuntabel, tidak mungkin tiba-tiba orang bisa percaya kalau tidak transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Ia berharap Perumda Sultra dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus mendukung peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pengelolaan bisnis yang bersih dan berintegritas.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Sultra yang baru dilantik, Akhmad Rizal, menyatakan kesiapannya menjalankan amanah tersebut dengan berkomitmen penuh terhadap program strategis pemerintah.
“Kemudian juga, tentunya bagaimana kita bisa melahirkan deviden sumbangan kepada pemerintah daerah,” ucap Akhmad Rizal.
Ia menyebut, Perumda akan diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan dan penciptaan lapangan kerja, dua sektor vital dalam pembangunan daerah.
Editor: Redaksi








