Gudang dan Conveyor PT OSS Segera Dieksekusi, PN Unaaha Buka Ruang Mediasi


Kendari - Setelah gugatan kasasi PT Obsidian Stainless Steel (OSS) resmi ditolak Mahkamah Agung Republik Indonesia, penggugat Ainun Indarsih Cs mengajukan permohonan eksekusi lanjutan yang sebelumnya sempat tertunda.
Permohonan eksekusi tersebut telah diterima oleh Pengadilan Negeri (PN) Unaaha, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Sebagai tindak lanjut, PN Unaaha mengundang pihak pemohon selaku pemenang perkara dan pihak termohon, PT OSS, untuk membahas pelaksanaan eksekusi lanjutan dalam sebuah pertemuan yang digelar pada Rabu (14/1).
Kuasa hukum Ainun Indarsih Cs, Andri Darmawan, menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut Ketua PN Unaaha menegaskan perkara ini telah berkekuatan hukum tetap. Putusan pengadilan, baik di tingkat banding maupun kasasi, tidak lagi menjadi objek pembahasan.
Meski demikian, di tengah kesiapan pengadilan memproses permohonan eksekusi lanjutan, PN Unaaha kembali membuka ruang mediasi. Langkah ini ditempuh untuk mencari solusi damai antara pemohon dan termohon dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan serta dampak yang mungkin timbul di kemudian hari.
“Ketua PN Unaaha menyampaikan dengan tegas bahwa permohonan eksekusi akan diproses. Namun, beliau juga membuka ruang damai dengan mempertimbangkan dampak dan sisi kemanusiaan,” ujar Andri, Kamis (15/1).
Menanggapi hal tersebut, Andri menyatakan pihaknya tidak keberatan dengan upaya mediasi yang ditawarkan pengadilan. Ia menegaskan, pemohon eksekusi membuka ruang komunikasi dengan PT OSS maupun PT Virtu Dragon Nickel Indonesia (VDNI), selama proses dialog dilakukan secara terbuka.
“Kami dari pemohon tidak keberatan untuk dipertemukan. Selama ini komunikasi memang tidak berjalan. Kalau komunikasi tetap tertutup, maka proses eksekusi tentu akan terus kami lanjutkan,” katanya.
Andri juga berharap dalam pertemuan berikutnya, PN Unaaha dapat menghadirkan langsung pimpinan PT OSS dan PT VDNI, bukan hanya perwakilan kuasa hukum. Menurutnya, kehadiran pimpinan perusahaan lebih memungkinkan tercapainya keputusan konkret terkait upaya penyelesaian damai.
“Kalau yang hadir hanya lawyer, pembahasannya akan kembali ke persoalan hukum. Padahal, posisi kami sudah bukan lagi membahas hukum, melainkan mencari jalan damai sebagaimana saran Ketua PN Unaaha,” jelas Ketua KAI Sultra itu.
Ia menambahkan, apabila pimpinan perusahaan hadir, mereka dapat langsung menyampaikan sikap dan keputusan. Jika tidak ada itikad untuk berdamai, maka pembahasan akan berlanjut pada teknis pelaksanaan eksekusi, termasuk opsi pembongkaran bangunan secara mandiri oleh perusahaan atau melalui pelaksanaan eksekusi oleh pemohon dengan alat berat.
Andri menegaskan, kesediaan pihaknya mengikuti saran PN Unaaha untuk membuka ruang mediasi merupakan bentuk penghormatan kepada aparat penegak hukum. Namun pada saat yang sama, hal itu juga menunjukkan kesiapan penuh pemohon dalam menghadapi pelaksanaan eksekusi lanjutan.
“Termasuk soal biaya eksekusi, kami sudah siap. Tinggal menunggu sikap pimpinan PT OSS atau pihak Virtu. Jika tidak ada niat baik untuk duduk bersama, kami akan menggunakan hak hukum kami untuk meminta eksekusi dengan segala konsekuensinya,” tegasnya.
Sebagai informasi, di atas lahan seluas 200 x 200 meter persegi yang berlokasi di Desa Porara, Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe, telah berdiri bangunan gudang dan conveyor atau alat pemindah material batu bara milik PT OSS. Dua bangunan penunjang operasional perusahaan pemurnian nikel tersebut terancam diratakan apabila upaya mediasi tidak menemukan titik temu dalam waktu dekat.
Editor: Muh Fajar
Berita BerikutnyaPT Ceria Serahkan Bantuan Motor Sampah ke Kelompok Pemerhati Lingkungan Wolo
Baca Juga
Promo 11.11 Gadget Day Blibli Histeria, Ini Kelebihan iPhone 18 Pro Max yang Semakin Canggih!
Kendari - Pernah membayangkan memiliki smartphone dengan performa tinggi, kamera profesional, dan baterai yang mampu menemani aktivitas sepanjang hari? Kehadiran Promo 11.11 dari Blibli Histeria bisa menjadi momen…
Mantan Karutan Kendari Herianto Raih Doktor dengan IPK Sempurna 4,00 di UHO
Kendari – Mantan Kepala Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Kendari, Herianto, berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Manajemen di Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo (UHO), Kendari, Sulawesi Tenggara,…
Darwin Ajak Empat Pilar Budaya Bersatu, Peringatkan Provokasi Antarsuku di Sultra
Kendari – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra), La Ode Darwin, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi isu-isu yang berpotensi memicu konflik antarsuku dan…
Mahasiswa Geruduk Rektorat UHO, Desak Audit Dana Penelitian dan Evaluasi Dekan FISIP
Kendari – Aliansi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Halu Oleo (UHO) mendesak Rektor UHO, Prof. Takdir Saili, mengaudit pengelolaan dana penelitian mahasiswa tahun anggaran…
La Ode Darwin Sapa Warga Muna di Morowali, Ini Pesan Pentingnya untuk Perantau
Morowali – Ketua Umum Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) periode 2026–2031, La Ode Darwin, menyapa masyarakat Muna di Kabupaten Morowali dalam perayaan Hari Ulang Tahun…
Basarnas Kendari Latih 70 Pegawai dan Warga Binaan Lapas Perempuan Hadapi Bencana
Kendari – Sebanyak 70 pegawai dan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Kendari mengikuti simulasi penanggulangan bencana dan evakuasi darurat bersama Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas)…







