Baubau – Pemerintah Kota Baubau bersama Perum Bulog Baubau mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras kepada 10.710 warga di 43 kelurahan se-Kota Baubau, Sabtu (19/7).
Total beras yang disalurkan mencapai 214 ton 200 kilogram untuk alokasi bulan Juni dan Juli 2025.
Penyaluran dilakukan secara serentak dengan titik distribusi awal di Kelurahan Katobengke, Lamangga, dan Bataraguru. Setiap warga penerima mendapatkan 20 kilogram beras dalam satu kali distribusi.
Wali Kota Baubau, Yusran Fahim, bersama Wakil Wali Kota Wa Ode Hamsinah Bolu secara langsung melaunching penyaluran bantuan tersebut.
Turut hadir Kepala Perum Bulog Baubau Muthain Muhammadong, sejumlah kepala OPD Pemkot Baubau, serta perwakilan TNI dan Polri.
Kepala Perum Bulog Baubau Muthain Muhammadong menjelaskan bahwa data penerima bantuan berasal dari Kementerian Sosial dan telah direkonsiliasi melalui aplikasi Bulog.
“Kalau tahun lalu Bulog hanya sebagai penyedia, sekarang kami juga terlibat langsung dalam distribusi. Setiap penerima harus difoto, tanda tangan dan datanya diunggah ke sistem untuk validasi,” ujar Muthain.
Ia menambahkan, proses distribusi melibatkan petugas yang telah mendapatkan pelatihan teknis agar penyaluran berlangsung tertib dan akuntabel.
Lebih lanjut, Muthain menyebut bahwa bantuan pangan ini tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat penerima, tetapi juga sebagai langkah intervensi pasar guna menstabilkan harga beras.
“Karena dengan penyaluran ini sama saja dengan mengintervensi pasar, sehingga kita harapkan harga beras di pasar bisa turun,” tambahnya.
Warga penerima tampak antusias dan bersyukur atas bantuan tersebut. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, melindungi daya beli masyarakat, serta merespons gejolak harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, terutama beras.
Editor: Redaksi








