Hasil Audiens Demokrat-KPU Sultra: Butur Kemungkinan Pindah Dapil


Kendari - Kabupaten Buton Utara (Butur) kemungkinan akan pindah daerah pemilih (Dapil) pada Pileg DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) pada 2024 mendatang.
Butur yang sebelumnya masuk dalam Dapil 3 bersama Muna dan Muna Barat, kemungkinan akan pindah ke Dapil 4 bergabung bersama Wakatobi, Buton, Buton Selatan, Buton Tengah dan Kota Baabau.
Kemungkinan Butur pindah dapil tersebut dibahas dalam audiens yang digelar antara Partai Demokrat Sultra bersama KPU Sultra pada Jumat (23/12) kemarin.
Diketahui, dalam audiens tersebut dihadiri langsung Ketua DPD Demokrat Sultra, Muh Endang SA, bersama jajaran pengurus serta Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sultra, Rifqi Saifullah Razak.
Pihak KPU Sultra juga langsung dihadiri oleh ketuanya Laode Abdul Natsir, serta komisioner Iwan Rompo, serta Sekretaris KPUD, Tri Juana.
Menurut Ketua KPU Sultra, Laode Abdul Natsir, rencana penggabungan Buton Utara ke dalam Dapil 4 adalah konsekwensi dari rencana pemekaran Provinsi Buton Raya yang direncanakan terdiri dari Kota Baubau, Buton Selatan, Buton Tengah, Buton dan Wakatobi.
"Ini sesuai dengan petunjuk KPU pusat, daerah yang direncanakan mau dimekarkan, baik itu pemekaran provinsi atau kabupaten agar digabungkan menjadi satu dapil," kata Natsir.
Sementara itu, Komisioner KPU Sultra, Iwan Rompo bilang, pemindahan dapil tersebut juga untuk memudahkan pengisian keanggotaan DPRD jika rencana pemekaran Buton Raya terwujud.
"Kebijakkan ini dalam rangka mendukung dan memudahkan pengisian keanggotaan DPRD bila rencana pemekaran (Provinsi Buton Raya) itu diwujudkan," kata Iwan.
Iwan Rompo bilang, kebijakkan juga ini diambil berdasarkan pengalaman kesulitan pengisian keanggotaan DPRD hasil pemekaran.
"Dulu kalau tidak salah waktu pemekaran Konawe Utara dari Konawe, kita kesulitan melakukan pengisiannya karena dapilnya gabung dengan kecamatan lain yang wilayahnya tidak ikut pemekaran," katanya.
Namun demikian, kebijakan lindah dapil ini masih akan dikonsultasikan ke KPU pusat.
Ketua DPD Demokrat Sultra, Muh Endang SA, meminta agar penggabungan itu tidak merugikan masyarakat di Dapil Muna Raya. "Dulu waktu 2009 kursi di dapil itu 7 kursi, lalu di 2014-2019 turun 6 kursi, jangan sampai tahun 2024 turun lagi jadi 5 kursi," kata Endang.
Untuk itu Endang meminta KPUD Sultra dalam menata dan memutuskan dapil agar mendengarkan dan menyerap aspirasi publik. "Kepentingan keterwakilan masyarakat tetap harus dikedapankan oleh KPU," pungkas Endang.
Editor: Wiwid Abid Abadi
Berita BerikutnyaKabar Baik, BPN Mubar Akan Kembali Bagikan 800 Sertifikat ke Masyarakat
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Polresta Kendari Segel 8 Outlet BRILink Terkait Kasus Penipuan Investasi Rp3,8 Miliar
Kendari - Delapan outlet BRILink di Kecamatan Konda dan Onewila, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), disegel polisi terkait kasus dugaan penipuan dan atau penggelapan investasi usaha…
Pelantikan Serentak Pengurus Golkar se-Sultra Dipastikan Digelar 1 November di Kolaka
Kendari - Pelantikan serentak pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dan DPD II kabupaten/kota se-Sultra dipastikan berlangsung di Kabupaten Kolaka pada Minggu (1/11/2026). Ketua DPD Partai…
Tak Sampai 24 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Pembunuhan di BTN Djavino Kendari
Kendari - Satreskrim Polresta Kendari berhasil menangkap terduga pelaku pembunuhan seorang pekerja bangunan di kawasan BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pelaku diamankan hanya beberapa…
Ditemukan Tewas Bersimbah Darah di BTN Djavino, Begini Awal Perselisihan Korban dan Pelaku
Kendari – Pria yang ditemukan tewas bersimbah darah di BTN Djavino, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (28/10/2026), dipastikan menjadi korban pembunuhan. Sebelum kejadian, korban dan terduga…







