Hasil Verifikasi Hutan Tangkumaho Mengambang, KPH Muna Bungkam Soal Langkah Hukum


Muna Barat - Hasil verifikasi terkait dugaan pemanfaatan lahan hutan secara ilegal di Desa Tangkumaho, Kecamatan Napano Kusambi, Kabupaten Muna Barat, kini mengambang. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Pulau Muna, Doni, saat dikonfirmasi Kamis (16/10), mengarahkan media untuk menemui Kepala Seksi Perlindungan Hutan.
“Kita konfirmasi sama kasi perlindungan hutan UPTD KPH Unit VI Pulau Muna,” kata Doni.
Namun, saat media menghubungi Kepala Seksi Perlindungan Hutan UPTD KPH Muna, Muh. Kadir K, wartawan justru diarahkan untuk bertemu langsung dengan penyidik.
“Semua laporan sudah diteruskan ke dinas oleh Kepala KPH,” ujar Kadir.
Ketika ditanya mengenai hasil pemeriksaan, apakah ada indikasi pelanggaran atau perusakan hutan, serta apakah sudah ada laporan resmi ke Gakkum KLHK atau aparat penegak hukum, Kadir kembali melempar bola ke penyidik.
“Penyidik, saya bilang konfirmasi ke dia,” tegasnya.
Namun, Kadir enggan memberikan kontak penyidik untuk dikonfirmasi wartawan soal hal itu.
“Kalau no penyidik saya tidak bisa konfirmasi. Baiknya langsung ke KPH Muna,” tandasnya.
Lebih lanjut, saat ditanya apakah ia mengetahui isi dan hasil pemeriksaan yang disampaikan ke Dinas atau tidak dilibatkan langsung dalam penyusunan laporan, Kadir hanya menjawab bahwa hasil telah diteruskan ke Dishut Sultra, namun enggan memberikan informasi lebih lanjut terkait penyelidikan tersebut.
“Hasil diteruskan ke KPH, KPH teruskan ke dinas bidang perlindungan,” kata Kadir.
Sebelumnya, Staf Bidang Perencanaan Pemanfaatan Hutan Dinas Kehutanan (Dishut) Sultra, Ardi, menegaskan pihaknya telah menindaklanjuti laporan masyarakat terkait proyek pembangunan Jembatan Tolimbo senilai Rp3 miliar yang dikerjakan oleh CV. Sandana Cipta Barokah.
Dishut Sultra langsung mengirim surat resmi kepada Kepala UPTD KPH Pulau Muna untuk melakukan verifikasi.
“Isi pokok surat tersebut adalah KPH segera melakukan verifikasi lapangan dan menghentikan kegiatan dimaksud,” kata Ardi, Rabu (24/9).
Diketahui, dugaan pemanfaatan material ilegal dari kawasan hutan untuk pembangunan Jembatan Tolimbo oleh CV. Sandana Cipta Barokah termasuk dugaan penggunaan material ilegal pada proyek jalan usaha tani (JUT) di Desa Tangkumaho, sebelumnya ramai menjadi sorotan masyarakat.
Namun hingga kini, mekanisme hukum dan langkah tindak lanjut KPH Muna terhadap temuan di lapangan masih minim transparansi.
Editor: Redaksi
Berita BerikutnyaDishut Sultra Digeledah Jampidsus, Satu Box Dokumen Tambang Diamankan
Baca Juga
Dua Jurnalis Jadi Terlapor Usai Liput Demo, AJI Desak Kapolresta Kendari Dicopot
Kendari – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kendari dan Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) Sulawesi Tenggara (Sultra) mendesak Kapolresta Kendari Kombes Pol. Safi’i Nafsikin dan Kasat Reskrim Kompol Welliwanto Malau…
Sudah Disegel dan Didenda Rp590 Juta, Dua Galangan Kapal di Konsel Diduga Masih Beroperasi
Kendari – Dua galangan kapal di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), kembali disorot setelah diduga masih beroperasi meski telah disegel dan dikenai denda administratif total Rp590…
Pekerja Mundur, Progres Lambat, Proyek RSUD Muna Barat Rp158,3 Miliar Disorot KSP
Muna Barat – Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muna Barat, Sulawesi Tenggara, senilai Rp158,3 miliar menghadapi persoalan serius. Progres pekerjaan fisik yang diperkirakan belum mencapai 25 persen,…
KUHP Baru Perluas Peran PK, IPKEMINDO Sultra Siapkan Strategi
Kendari – Pemberlakuan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru memperluas peran Pembimbing Kemasyarakatan (PK) dalam sistem peradilan pidana. Ikatan Pembimbing Kemasyarakatan Indonesia (IPKEMINDO) Sulawesi Tenggara (Sultra) menyiapkan penguatan…
Ombudsman: Ridwan Badallah Banyak Sebar Ujaran Kebencian di TikTok
Kendari – Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra), Ridwan Badallah, disorot Ombudsman RI Perwakilan Sultra setelah ditemukan banyak ujaran kebencian dalam konten TikTok pribadinya, @eRBe#bersuara. Ujaran tersebut tidak…
Ruksamin Menang Sengketa Mesin Crusher, Jalil Siapkan Perlawanan di Pengadilan Tinggi
Kendari – Sengketa kepemilikan satu unit mesin crusher antara mantan Bupati Konawe Utara (Konut), Ruksamin, dan Jalil berlanjut ke tingkat banding. Kuasa hukum Jalil, Imam Rifaldi memastikan pihaknya…







