Kendari – Partai Bulan Bintang (PBB) Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai mengonsolidasikan mesin politik menuju Pemilu 2029. Ikbar resmi memimpin DPW PBB Sultra periode 2026–2031 setelah dilantik bersama 17 Ketua DPC PBB se-Sultra oleh Penjabat Ketua Umum DPP PBB Yuri Kemal Fadlullah.
Pelantikan berlangsung di salah satu hotel di Kota Kendari, Minggu (27/9/2026), disaksikan jajaran pengurus PBB dari berbagai daerah. Momentum tersebut menjadi bagian dari penguatan struktur partai di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Di bawah kepemimpinan Ikbar, PBB Sultra membawa agenda politik yang lebih terukur menuju Pemilu 2029. DPP PBB menargetkan kadernya dapat menembus DPR RI dari Sultra, sementara pada pemilu legislatif daerah partai membidik satu kursi di setiap dapil.
Yuri mengatakan DPP PBB telah menyiapkan pemetaan dapil prioritas sebagai bagian dari strategi menghadapi kontestasi 2029.
“Target utama yang ditetapkan oleh DPP dalam Rakernas kemarin adalah kita akan menetapkan dapil-dapil prioritas,” kata Yuri.
Sultra disebut masuk dalam wilayah yang berpotensi menjadi salah satu dapil prioritas PBB. Fokus tersebut akan diarahkan untuk memperkuat konsolidasi dan menyiapkan kader menghadapi tahapan pemilu.
“Termasuk salah satunya mungkin Sultra adalah dapil prioritas,” ujarnya.
Yuri juga menyoroti perubahan desain pemilu yang akan diterapkan pada 2029. Kondisi tersebut membuat PBB mulai menyiapkan kader untuk kontestasi legislatif nasional.
“2029 target kita adalah bagaimana meloloskan caleg DPR di Provinsi Sultra. Itu satu,” tegas Yuri.
Untuk tingkat daerah, target elektoral PBB diarahkan pada keterwakilan di setiap daerah pemilihan. Yuri menyebut partai menargetkan satu kursi pada setiap dapil di masing-masing kabupaten.
“Untuk pemilu legislatif lokalnya, tentunya kita menerapkan target satu kursi di dalam satu dapil di tiap-tiap kabupaten,” katanya.
Menurut Yuri, pelantikan pengurus bukan sekadar agenda seremonial. Struktur yang telah terbentuk harus segera diterjemahkan menjadi kerja organisasi untuk memperkuat basis partai di daerah.
“Ini adalah suatu momentum yang baik untuk kita mulai membangun konsolidasi dan penguatan infrastruktur,” ujarnya.
Di sisi organisasi, Ikbar memastikan struktur PBB Sultra telah disiapkan di seluruh 17 kabupaten/kota. Ia menyebut kepengurusan tersebut telah rampung 100 persen, termasuk keterwakilan perempuan sebesar 30 persen.
“Alhamdulillah, semuanya sudah rampung 100 persen,” kata Ikbar.
Kelengkapan struktur itu, kata Ikbar, menjadi bagian dari persiapan verifikasi faktual sekaligus konsolidasi menuju Pemilu 2029. Ia meminta seluruh pengurus menyatukan langkah setelah pelantikan.
“Setelah pelantikan ini, bagian dari upaya kita mempersatukan seluruh pengurus dalam rangka pelaksanaan pemilu ke depan, terutama Pemilu 2029,” ujarnya.
Ikbar juga membawa modal elektoral dari hasil Pemilu 2024. PBB Sultra saat ini memiliki empat anggota DPRD Provinsi Sultra.
Modal tersebut ingin diperluas pada Pemilu 2029 dengan mendorong kader di setiap dapil.
“Kita akan berupaya dan harus, wajib untuk kita menangkan dalam satu dapil satu kader kita,” tegas Ikbar.
Susunan Pengurus PBB Sultra
Bersama Ikbar, 17 Ketua DPC PBB se-Sultra turut dikukuhkan. Mereka adalah:
- DPC PBB Bombana – Yudi Utama Arsad
- DPC PBB Buton – Sunarto Suhu
- DPC PBB Buton Selatan – Laode Tanabas
- DPC PBB Buton Tengah – Nurman
- DPC PBB Buton Utara – Hasimudin
- DPC PBB Kolaka Timur – Jainul
- DPC PBB Kolaka Utara – Sudarmin
- DPC PBB Konawe – Erni
- DPC PBB Konawe Kepulauan – Muhammad Usman
- DPC PBB Konawe Selatan – Jusmani
- DPC PBB Konawe Utara – Hermawan Sewani
- DPC PBB Muna – La Samuri
- DPC PBB Muna Barat – La Ode Safarudin
- DPC PBB Wakatobi – Sutomo Hadi
- DPC PBB Baubau – Waode Maasra Manarfa
- DPC PBB Kendari – Kikila Adi Kusuma
- DPC PBB Kolaka – Sa’adi
Dengan terbentuknya kepengurusan tersebut, PBB Sultra memasuki fase konsolidasi baru. Struktur DPW dan DPC akan menjadi basis organisasi untuk menghadapi verifikasi kepesertaan serta menyiapkan agenda politik menuju Pemilu 2029.
Editor: Denyi Risman








